Minggu, 20 Maret 2011

LKS KELAS X


  1. PENGERTIAN SOSIOLOGI


Banyak para ahli memberikan definisi sosiologi sesuai sudut pandangannya. Ahli-ahli sosiologi tersebut,antara lain sebagai berikut:

  1. Auguste Comte(dalam bukunya The Positive Phylosophy) Ia menyatakan bahwa sosiologi merupakan studi fositif tentang hokum-hukum dasar dari gejala social didalamnya dibedakan menjadi sosiologi dinamis.

  1. Pitirim A. Sokorin (dalam bukunya Contemporary Sociological Theories) Pirintim mengatakan bahwa sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hal-hal berikut. A. hubungan dan pengaruh timbale balik antara beraneka ragam gejala social. B. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gajala-gejala nonsosial.C. Ciri-ciri umum dari semua jenis gejala social.

  1. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi (dalam bukunya Setangkai Bunga Sosiologi

  1. Roucek dan Warren(dalam bukunya Sociologi An Introduction. Mereka mengemukakkan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungsn antar manusia dalam kelompok-kelompok

  1. William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff (dalam bukunya American Sofiety) Mereka berpendapat bahwa sosiologi adlah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi social dan hasilnya,yaitu organisasi social.

  1. J.A.A van Doorn dan C.J Lammers( dalam bukunya Modern Sosiologie Sistematic en Analyse) mereka berpendapat bahwa sosiologi adalah pengetahuan tentang stuktur-stuktur an proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

  1. Emile Durkheim Ia berpendapat bahwa sosiologi ialah suatu lmu yang mempelajari fakta social.

  1. Max Weber. Ia menyatakan bahwa sosiologi ialah suatu ilmu yang mempelajari tindakan social.Tindakan social ialah tindakan yang dilakukan dengan memprtimbangkan dan beroriteansi pada perilaku orang lain.


B.SEJARAH PEKAMBANGAN SOSIOLOGI

        Dengan makin berkembangnya zaman serta pertumbuhannya peradaban manusia, berbagai ilmu pengetahuan yang semula tergabung dalam fisafat mulai memisahkan diri. Pemikiran terhadap masyarakat lamnat laun menjadi ilmu pengetahuan yang dinamakan sosiologi,pertama kali trrjadi dibenua eropa. Faktor pendorong utama munculnya sosiolgi adalah perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat dan perubahan-perubahan yang terjadi didalamnya.
        Banayak ahli sepakat bahwa factor yang melatarbelakangi kelahiran sosiologi adalah karena adanya krisis yang terjadi dalam masyarakat . Pada abad ke-19 seorabg filsuf bangsa Prancis bernama Auguste Comte, telah menulis dia berpendapat dalam bukunya bahwa ilmu pengetahuan mempunyai urutan tertentu berdasarkan logika. Selsin itu ia berpendapat juga bahwa setiap penelitian dilakukan melalui tahap-tahap tertentu untuk kemudian mencapai tahap akhir,yaitu lmiah.
         Tokoh sosiolgi selain Auguste Comte adalah Herbert Spencer. Sejarah perkembangan sosiolohi di Indonesia dibagi dalam dua waktu, yaitu permulaan da setalah Perang Dunia II.

  1. Perkembangan Sosilogi diIndonesia

       Ki Hajar Dewantara, pelopor utama yang meletakkan dasar bagi pendidikan nasional. Unsur-unsur sosiologi digunakan sebagai landasan yaitu tentang tata hubungan antarmanusia dan pendidikan.

2. Perkembangan Sosiologi setelah Perang Dunia II

Pada tahun 1948 seorang sarjan Indonesia Prof. Mr. Soenario Kolopaking untuk pertama kalinya memberi kulaih sosiologi pada Akaemik Ilmu Politik di Yogyakarta (akademik tersebut kemudian dilebur dalam Universitas Negeri Gajah Masa dan menjadi fakultas Sosial dan Politik). Dan kuliah diberikan dalam bahasa Indonesia ini merupakan kejadian baru karena sebelumnya kuliah diberikan dalam bahasa Belanda.


C. HAKIKAT SOSIOLOGI

Adapun hakikat sosilogi antara lain:
  1. Sosiologi ialah sutu ilmu social karena mempelajari tentang masalah social yang ada dalam masyarakat
  2. Sosiologi bukan merupakan disiplin ilmu yang nonmartif,melainkan suatu disiplin yang ketegoris.
  3. Sosilogi merupak ilmu pengetahuan murni (Pure Science) Pure Science adalah Ilmu pengetahuan yang bertujun untuk membentuk dan mengembangkan ilmu pemgtahuan secara abstrak serta hanya untuk mempertinggi mutu.
  4. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstak dan bukan ilmu pengetahuan konkret.
  5. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan penertian-pengertian dan pola-pola umum.
  6. Sosiologi merupakn ilmu pengetahuan empiris dan rasional dilihat dari metode yamg digunakan,arinya sosiologi didasarkan pada obseservasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulatif.
  7. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum. Ariny, sosiologi mempelajari gejala yang umum dan selalu pada setiap antaraksi antarmanusia.
D. SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU

            Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan (knouledge) yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran serta selalu dapat dipriksa dan ditlaah (dikontrol) dengan kritis oleh setiap orang yang ingin mengetahuinya. Perumusan tersebut masihlah sangat jauh dari kesempurnaan.Namun yang terpenting adalah bahwa perumusan tersebut telah mencakup beberapa unsur pokok yang tergabung dalam suatu kebulata. Unsur-unsur pokok tersebut antara lain :

  1. Pengetahuan (Knowledge) adalah kesan di dalam pikiran manusia sebagai hasil penggunaan pancaindranya
  2. Terusan secara Sistematis berarti urutan-urutan tertentu dari unsur-unsur yangmerupakan suatu kebulatan.
  3. Menggunakan Pemikiran adalah proses berpikir dengan menggunakan otak.
  4. Dapat Dikontrol secara Kritis oleh Orang Lain atau Umum (Objektif) adapun cirri sosiologi adalah bersifat empisis,teoretis,kumulatif,dan nonetis

1.          Sosiologi Bersipat Empiris artinya bahwa ilmu pengetahuan tersebut    diprolehberdasarkan pengamatan dan penalaran serta hasilnya tidak bersifat spekulatif
2.          Sosiologi Bersifat Teoretis artinya bahwa ilmu pengetahuan tersebut selalu berusaha untuk menyusun abtaksi dari hasil-hasil observasi.
3.          Sosiologi Bersifat Kumulatif artinya bahwa teori-teori sosiologi dibentuk atas dasar teori yang sudah ada.
4.          Sosilogi bersifat Nonetis artinya yang dipersoalkan dalam sosiologi bukanlah mengenai buruk-baiknya fakta tertentu.

   


E. OBJEK KAJIAN SOSIOLOGI


            Adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia didalam masyarakat. Berikut ini diderikan difinisi tentang masyarakat oleh beberapa ahli.

  1. Solo Sumardjan (dalam bukunya Perkembangan Ilmu Sosiologi di Indonesia) masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan
  2. Ralph Linton masyarakat merupakan suatu kelompok manusia yang telah hidup dan berkerja sama cukup lama.
  3. Hasan Sadili (dalam bukunya Sosiologi untuk Masyarakat) masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia yang dengan atau karena dengan sendirinya bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain.
  4. J.L Gilin dan J.P Gilin (dalam bukunya Culturar Sociology) masyarakat adalah manusia terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama .
  5. Aguste Comet (dalam bukunya The Positive Phylosopy) masyarakat merupakan kelompok makhluk hidup dengan realiatas-realitas baru yang berkembang menurut hokum-hukumnya sendiri dan berkembang menurut polo perkembangan tersendiri.

Ciri masyarakat  menurut Soearjo Soekanto,antara lain barikut:

    1. manusia yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang
    2.  bercampur atau berintraksi untuk waktu yang relative lama;
    3. adanya kesadaran bahwa mereka merupakan satu kesatuan;
    4. mereka merupakan suatu system hidup bersama;



F. BEBERAPA CABANG SOSIOLOGI


Berikut ini diuraikan beberapa cacang sosiologi

1.      Sosiologi Agama memplajari hubungan gejala kemasyarakatan dengan agama.
2.      Sosiologi Pendidikan mengkaji hubungan antara gejala kemasyarakatan dengan pendidikan.
3.      Sosiologi Politik mengkaji hibungan antargejala kemasyarakatan dengan politik
4.      Sosiologi Hukum meplajari kaitan antara gejala kemasyarakatan dengan hukum
5.      Sosiologi  Keluarga membahas kegiatan atau interaksi antara gejala kemasyarakatan dengan keluarga.
6.      Sosiologi Ekonomi mempelajari hubungan antara gejala kemasyarakatan dengan tata cara kegiataan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
7.      Sosiologi Industri mempelajari kaitan gejala kemasyarakatan dengan industri.


Selain cabang-cabang sosiologi diatas,di jelaskan juga cabang sosiologi berdasarkan keilmuan yang lain antara lain:

1.      sosiologi kedokteran;
2.      sosiologi seni;
3.      sosiologi ilmu pengetahuan;
4.      sosiologi perdesaan;
5.      sosiologi perkotaan;
6.      sosiologi komunikasi.

G. MANFAAT SOSIOLOGI

Berikut ini beberapa manfaat mempelajari sosiologi:

  1. Dengan mempelajari sosiologi,akan dapat melihat engan lebih jelas siapa diri kita,baik sebagai pribadi maupun anggota kelompok atau masyarakat.
  2. Sosiologi membantu untuk mampu menkaji tempat kita dalam masyarakat.Selain itu,dapat melihat”dunia” atau “budaya” lain yang belum kita ketahui sebelumnya.
  3. Dengan bantuan sosiologi,kita akan makin memahami pula norma,tradisi,keyakinan,dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat lain.Selain itu, kita mampu memahami perbedaan-perbadaan yang ada tanpa menjadikan alas an untuk timbulnya konflik di antara anggota masyarakat yang berbeda.
  4. Sebaai generasi penerus dengan mempelajari sosiologi membuat kita lebih tanggap,kritis,dan rasional menghaapi gejala-gejala sosial masyarakat yang makin kompleks dewasa ini.Selain itu,kita akan mampu bersikap dan bertindak tepat dan akurat terhadap setiap situasi sosial yang kita hadapi sehari-hari.

H. METODE-METODE DALAM SOSIOLOGI

Metode ilmiah ari suatu cabang ilmu pengetahuan adalah semua cara yang dapat di gunakan dalam ilmu tersebut untuk mencapai suatu kesatuan pengetahuan.Kesatuan pengetahuan ini dapat dicapai para ahli dalam ilmu yang bersankutan melalui tiga tinkat.

  1. Pengumpulan fakta

Aktifitas penumpulan fakta terdiri atas berbagai metode observasi,mecatat,menggolah,dan mendiskripsikan fakta-fakta yang terjai dalam suatu masyarakat yang hidup.

  1. Penentuan Ciri-ciri umum dan sistem

Merupakan suatu tahap dalam cara berpikir ilmiah.Bertujuan untuk menentukan cirri-ciri umum dan sistem yang digunakan untuk menganalisis fakta-fakta yang telah terkumpul dalam suatu penelitian.Pada tahap ini digunakan metode-metode untuk menceri cirri-ciri yang sama dan umum dari beragam fakta yang terdapat dalam kehidupan masyarakat dan kebudayaan umata manusia.

3. Verivikasi

Metode-metode yang digunakan antara lain,terhadap kenyataan alam atau dalam masyarakat yang hidup,kaidah-kaidah yang telah dirumuskan,dan kaidah-kaidah yan bertujuan memperkuat suatu pengertian yan telah ada.Beberapa metode yang digunakan dalam sosiologi adalah sebaai berikut :

a. Metode kualitatif
Mengutamakan bahan yang sukar di ukur dengan angka-angka atau dengan ukuran-ukuran lain yang bersifat eksak.
Metode yang termasuk dalam metode ini adalah sebagai berikut:

1). Metode historis,yakni menggunakan analisis atas peristiwa-peristiwa dalam masa
      silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum.

2) Metode komparatif,yakni mementingkan perbandingan antara bermacam-macam
     masyarakat beserta bidang-bidangnya untuk memperoleh perbedaan-perbedaan dan
     persamaan-persamaan serta sebab-sebabnya.

3) Metode kombinasi histories komporatif.

b. Metode kuantitatif

Mengutamakan bahan-bahan berupa angka-angka.Dengan demikian,gejala-gejala yang ditelitinya dapat di ukur dengan menggunakan skala,indeks,table dan formula-formula yang semuanya itu menggunkan ilmu pasti atau matematika.
Metode yang termasuk  dalam metode kuantitatif adalah metode statistic.Metode statistik bertujuan menelaah gejala-gejala sosial secara metematis.metode ini sering di kenal dengan teknik sociomentri.

Metode sosial lainya di dasarkan pada penjenisanya.metode tersebut antara lain sebagai berikut:

a. Metode induktif, yakni metode yang mempelajari suatu gejala khusus untuk
    mendapatkan      kaidah-kaidah yang berlaku dalam lapangan yang lebih luas.

b. Metode deduktif,yakni metode yang menggunakan proses sebaliknya dari metode
    induktif. Metode deduktif dimulai dengan kaidah kaidah yang dianggap berlaku umum
    untuk kemudian di pelajari dalam keadaan khusus.

c. Metode fuctionalism,yakni metode yang bertujuan untuk meneliti kegunaan lembaga-
    lembaga kemasyarakatan dan struktur sosial dalam masyarakat.


I. MASYARAKAT

Menurut Durkheim,masyarakat bukanlah sekadar suatu penjumlahan individu semata.Masyarakat merupakan suatu sistem yang dibentuk dari hubungan antar mereka (anggota masyarakat).Koentjaraningrat menyatakat bahwa masyarakat aalah kesatuan hiup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu dan terikat oleh suatau rasa identitas bersama.Beberapa ahli mengemukakan tentang cirri-ciri masyarakat.

1. Abu Ahmadi(dalam bukunya sosiologi)
Menyatakan bahwa masyarakat harus mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:

a. harus ada kumpulan banyak manusia;
b. telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama di suatu daerah tertentu;
c. adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju
    kepada kepentingan dan tujuan bersama.

2. Abdul Syani (dalam bukunya Sosiologi Kelompok dan Masalah Sosial)
Menyatakan bahwa masyarakat ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:
a. adanya interaksi;
b. adanya ikatan pola tingkah laku khas di dalam semua aspek kehidupan yang bersifat
    mantap dan kontinu;
c. adanya rasa identitas  terhaap kelompok tempat individu yang bersangkutan menjadi
    anggota kelompoknya.
3.Talcott Parsons (dalam bukunya Sosiological theory)

Menurut dia masyarakat memiliki cirri-ciri sebagai berikut:

a. adanya suatu sistem sosial yang bersifat selfsubsistent (swasembada);
b. keberadaan masyarakat melebihi masa hidup individu normal;
c. merekrut anggota secara reproduksi biologis;
d. melakukan sosialisasi terhadap generasi berikutnya.

Menurut Hasan Shadily,manusia akan tertarik untuk hidup bersama dalam masyarakat karena di dorong oleh beberapa factor berikut.

  1. Hasrat untuk mencari teman hidup

            Teman hidup itu untuk memenuhi kebuuhan seksual yang sifatnya biologis dan di punyai setiap mahkluk hidup ,sebagai mahkluk yang beradap dan beragama,di tempuhlah alam suatu ikatan perkawinan.

  1. Adanya kelemahan yang dimiliki manusia menjadi alasan bagi mereka untu mencari kekuatan bersama.Keadaan demikian ini akan mendorong setiap individu (manusia) untuk tidak terlepas dari hidu bermasyarakat.











LKS  SOSIOLOGI

1.      Hasil pengamatan secara sosiologis tidak bersifat spekulatif. Hal ini menunjukkan bahwa sosiologi bersifat ….
a.       Teoritis                                                d. Sosial
b.      Empiris                                                e. Kumulatif
c.       Sistematis

2.      Sosiologi bersifat nonetis. Hal ini berarti sosiologi ….
a.       Merupakan ilmu pengetahuan terapan
b.      Tidak mempersoalkan baik atau buruknya suatu fakta
c.       Selalu menggunakan sebuah metode penelitian
d.      Merupakan ilmu umum yang mudah dipelajari
e.       Dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan

3.      Dalam metode induktif, langkah kita dalam mengamati masyarakat adalah ….
a.       Mempelajari suatu gejala khusus untuk mendapatkan kaidah-kaidah yang berlaku dalam lapangan yang lebih luas
b.      Memahami dengan seksama segala kasus per kasus dalam masyarakat
c.       Mempelajari kaidah-kaidah yang dianggap berlaku umum untuk kemudian di pelajari dalam keadaan yang khusus
d.      Menelaah gejala social secara matematis
e.       Menemukan fakta-fakta social dalam bentuk angka atau table

4.  Metode yang bertujuan untuk meneliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan
     dan struktur social dalam masyarakat dinamakan ….
a.       metode induktif
b.      metode statistic
c.       metode deduktif
d.      metode functionalism
e.       metode matematis

5.  Pernyataan yang bukan merupakan manfaat mempelajari sosiologi adalah….
     a.   kita akan senantiasa memahami perbedaan dalam masyarakat
     b.   membuat kita lebih tanggap dan kritis dalam menghadapi persoalan hidup
     c.   menjadikan kita mendapatkan penghasilan yang besar
     d.   membantu kita mampu mengkaji tempat kita dalam masyarakat
     e.   dapat melihat lebih jelas siapa diri kita dalam masyarakat

6.  Bahasa latin socius yang merupakan asal kata sosiologi diartikan sebagai….
     a.   lawan
     b.   musuh
     c.   teman
     d.   saudara
     e    famili
7. Berikut ini adalah cabang sosiologi,kecuali….
    a.  Sosiologi pendidikan
    b.  Sosiologi politik
    c.  Sosiologi keluarga
    d.  Sosiologi kasih saying
    e.  Sosiologi agama

8. Perhatikan hal-hal yang mempelajari dalam sosiologi politik berikut
    1. Perilaku-perilaku politik
    2. lingkungan pendidikan
    3. Lembaga-lembaga politik dalam masyarakat
    4. Keluarga dalam perubahan social
    5. Peranan politik dalam perubahan masyarakat
Pernyataan berikut yang merupakan hal yang di pelajari dalam sosiologi politik adalah….
    a.  1,2 dan 3
    b.  1,3 dan 5
    c.  1,4 dan 5
    d.  1,2 dan 5
    e.  1,2 dan 4

9. metode yang mempelajari suatu gejala khusus untuk mendapatkan kaidah – kaidah
    yang berlaku dalam lapanganb yang lebih luas, dinamakan ….
a.       metode induktif
b.      metode statistic
c.       metode deduktif
d.      metode functionalism
e.       metode matematis

10.  Masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia yang dengan atau karena sendirinya bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebathinan satu sama lain
  1. Selo soemardjan
  2. Auguste comte
  3. Hassan shadily
  4. J. L. Gillin dan J. P. Gillin
  5. Ralph Linton

 
BAB  II
NILAI DAN NORMA SOSIAL

Standar Kompentensi  : Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan         
                                         norma yang berlaku dalam masyarakat.
Kompetensi Dasar       : Mendeskripsikan nilai dan norma  yang berlaku
                                        dalam masyarakat.

Setelah mempelajari Bab, ini kamu mampu menjelaskan latar belakang lahir nilai, jenis nilai,ciri dan fungsi nilai.Disamping itu juga kamu  mampu mendeskripsikan norma sosial dan macam-macam norma  yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.
Kamu sering menyaksikan tayangan di Televisi atau  membaca surat kabar tentang adanya pencuri, perampukan perkusaan, pemakai dan  mengedar narkoba dan pejabat yang melakukan korupsi ditangkap, pelaku kejahatan tersebut di huykum dan  masuk penjara. Disinilah peran nilai dan norma  yang ada di masyarakat sebagai pengendali agar tercipta ketertiban  kehidupan bermasyarakat, Tidak ada norma  dan nilai yang mengatur tentu kehidupan kita jadi kacau setiap orang bias melakukan kejahatab yang merugikan orang lain tanpa mendapatkan hukuman.
Dalam masyarakat, nilai dan norma sosial mempunyai peranan yang sangat penting karena berfungsi untuk mengatur tata kehidupan setiap  anggota masyaraakat sebagai makhluk sosial
Nilai dan norma sosial mempunyai kedudukan penting dalam masyarakat, nilai dan norma sosial dijunjung tinggi , dan dipertahankan sehingga keberadaannya tidak diremehkan dan terancam musnah.Nilai dan norma  social sudah diperlakukan yang baik,kehidupan masyarakat akan teratur dan terkendali dalam masyarakat.

         A.Nilai Sosial.

1.Latar belakang lahirnya nilai sosial.
Dalam kehidupan manusia memiliki kebutuhan dasar ( Primer ) dan kebutuhan social ( sekunder ). Kebutuhan – kebutuhan tersebut  sebenarnya menggambarkan nilai social yang dihargai masyarakat karena  berguna  bagi masyarakat.
Hal-hal yang dihargai masyarakat biasanya berbentuk sebagai berikut .
a.       Benda dan barang
b.      Sikap dan pandangan
c.       Perbuatan
d.      Cara berpikir
e.       Perilaku dan sebagainya.
Sebagai contoh seorang Bupati lebih di hargai masyarakat dari pada seorang kepala desa.
Nilai sosial adalah sebuah konsep abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk, indah tidak indah, benar atau salah.
Nilai social  adalah kualitas perilaku pikiran, dan karakter yang danggap baik dan benar, diinginkan layak diterima oleh  orang lain.
Di bawah ini beberapa pengertian nilai sosial menurut para ahli  sebagai berikut .

a.Robert M Z  lawang
               Nilai social adalah gambaran menganai apa yang diinginkan, yang pantas, yang berhargai dan mempengaruhi perilaku orang memiliki nilai.
b. Simanjuntak.
Nilai social adalah ide-ide masyarakat tentang sesuatu yang baik.
c. Soerjono Soekanto.
             Nilai social adalah konsep abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.
d. AWG Green.
             Nilai social adalah kesadaran yang secara relative berlangsung disertai emosi terhadap objek yang dituju.
e.Woods.
             Nilai social adalah petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama dan bertujuan mengarahkan tingkah laku dan kepuasan manusia dalam kehidupan sehari hari.

f. Kimball Young
               Nilai social adalah asumsi abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting.

g. D. Hendropuspito
              Nialai social adalah segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena terbukti mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan hidup bersama.

2. Jenis – jenis  nilai.

     Adapun jenis nilai-nilai dapat dibedakan sebagai berikut :
a.  Nilai Etika adalah semua nilai yang diterapkan oleh masyarakat dalam wujud moral,
     kesusilaan, benar salah, baik buruk, dan sebagainya.
b.  Nilai watak adalah  nilai-nilai yang berwujud keadilan tolong menolong, in intropeksi,
     kesalehan, pribadi.
c.  Nilai ekonomi adalah semua nilai  yang dapat mendatangkan keuntungan ekonomis.
d.  Nilai rekreasi adalah nilai-nilai  berkaitan dengan permainan pada waktu senggang  
     untuk memberikan kesegaran jasmani dan rohani.
e.  Nilai kejasmanian adalah  nilai-nilai meliputi pencarian kebenaran, pengetahuan.
f.  Nilai perserikatan adalah nilai  yang berbentuk saling bekerja sama.
g.  Nilai relegius adalah nilai yang berkaitan dengan keagamaan dalam rangka
     meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada tuhan yang maha Esa.

            Adapun menurut Prof Notonegoro nilai dibedakan menjadi tiga macam adalah sebagai berikut :
  1. Nilai material adalah semua nilai yang berguna bagi jasmani manusia, misalnya makan, minum dan berpakaian.
  2. Nilai vital adalah semua nilai yang berguna  bagi manusia untuk dapat melaksanakan berbagai aktivitas seharihari, misalnya cangkulbagiseorang petani, kalkolator  bagi seorang kasir, buku,tas, dan polpoin bagi seorang pelajar.
  3. Nilai kerohanian adalah semua nilai  yang berguna bagi kebutuhan rohani manusia, seperti sebagai berikut.
1. Nilai kebenaran merupakan nilai yang bersumber pada akal pikiran  manusia  
    ( cipta rasio budi)
2. nilai keindahan  merupakan  nilaiyang bersumber pada perasaan (estetika).
3.nilai moral merupakan nilai yang bersumber pada unsurkehandak( karsa )
            4. nilai religius merupakan nilai yang bersumber  dari wahyu Tuhan.

3.                  Ciri- Ciri Nilai Sosial.

Adapun nilai nilai sosial yang ada dalam masyarakat mempunyai ciri  adalah sebagai berikut :
  1. Merupakan hasil interaksi antarwarga masyarakat.
  2. Terbentuk  melalui proses  belajar’
  3. Nilai sosial  diimbaskan dan ditularkan dari pihak lain.
  4. Mempengaruhi perkembangan kejiwaan seseorang’
  5. Melibatkan emosi  atau perasaan sesorang.
  6. Berkaitan antara satu dengan yang laib sehingga akan membentuk pola dan system nilai.
  7. Merupakan asumsi-asumsi abstrak dari berbagai objek dalam masyarakat.
  8. Bervariasi antara kebudayaan masyarakat yang satu dengan yang lain.
  9. Dapat mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap orang perorangan maupun masyarakat.
  10. Memuaskan manusia dan mengambil bagian dalam usaha pemenuhan kebutuhan sosia.
Berdasrkan ciri-cirinya, nilai sosial dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
  1. Internalized value ( nilai yang sudah mendarah daging) adalah nilai yang sudah menyatu dalam diri seseorang. Dengan begitu, nilai ini pun menjadi kepribadian,  juga kebiasaan  yang sering dilakukan seseorang.Internalized value sudah diajarkan kepada seseorang sejak ia masih kecil, sehingga ketika ia  melanggar nilai tersebut, perasaan bersalahakan timbul dalam dirinya dan menjadi beban bagi dirinya.
  2. Nilai dominan merupakan nilai yang dianggap lebih tinggi dibanding nilai-nilai lainnya.Ukuran tinggi atau tidaknya sebuah nilai berdasarkan pada hal-hal sebagai berikut.
  1. Banyaknya orang yang menganut dan melaksanakan nilai tersebut dalam kehidupannya.
  2. Tinggi rendahnya usaha orang untuk dapat melaksanakan nilai tersebut.
  3. Kedudukan orang-orang yang melaksanakan nilai tersebut.
  4. Berapa lama  nilai tersebut sudah digunakan dan dilaksanakan dalam kehidupan.

Adapun nilai sosial mempunyai fungsi sebagai berikut:
a.Alat solidaritas dalam masyarakat.
b. Petunjuk arah cara berpikir,berparasaan,bertindak, dan penentu dalam memenuhi peran
    sosial.
c. Alat pengawasan  dengan daya tekan dan daya pengikat tertentu.
d. Faktor pendorong seseorang meraih cita-cita.
e.  Benteng perlindungan dan menjaga stabilitas budaya kelompok masyarakat.

B. NORMA SSOSIAL
1.  Pengertian Norma.
            Norma berarti patokan-patokan yang diberi sanksi-sanksi. Norma   diberlakukan untuk mendorong  menekan  seseorang, kelompok atau masyarakat  secara keseluruhan untuk mencapai nilai-nilai sosial. Alvin L. Bertrand mendefinisikan norma sebagai suatu standard  tingkah laku yang terdapat di dalam semua masyarakat.norma sering juga disebut  dengan peraturan peraturan sosial. Norma menyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilakukan  dalam menjalani interaksi sosialnya.keberadaan norma dalam masyarakat bersifat memaksa individu atau sesuatu kelompok agar bertindak sesuai dengan aturan sosial yang telah terbentuk. Pada dasarnya, norma disusun agar hubungan di antara manusia dalam masyarakat dapat  berlangsung tertib sebagaimana  yang diharapkan. Robert M.Z lawang norma patokan perilaku dalam suatu kelompok  tertentu. Jadi Norma mengatur perilaku kehidupan manusia setiap harinya  agar tindakan manusia sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada.
            Jika diartikan lebih luas yang dimaksud dengan norma adalah aturan – aturan yang berlaku dalam masyarakat baik tertulis maupun tidak tertulis yang disertai dengan sanksi  atau ancaman bagi pelanggarnya.
            Norma – norma yang terdapat dalam kehidupan  masyarakat mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda-beda Ada norma yang lemah kekuatan mengikatnya, namun adapula yang kuat mengikatnya.
            Untuk dapat membedakan kekuatan mengikat norma-norma tersebut secara sosiologi dikenal dengan beberapa tingkatan norma seperti dibawah ini.

a.  cara ( usage)
            cara ( usage ) adalah norma yang menunjuk kepada satu bentuk perbuatan dengan sanksi yang sangat ringan terhadap pelanggarnya.Wujud sanksi terhadap pelanggar  norma ini hanya mendapat celaan.
Contoh usage adalah sebagai berikut
Cara makan yang wajar dan baik apabila tidak mengeluarkan suara seperti hewan.

b.  Kebiasaan ( folkways)
            kebiasaan adalah perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulangdalam bentuk sama. Kebiasaan mempunyai kekuatan mengikat lebih besar daripada cara (usage) Contohnya adalah kebiasaan memberikan sesuatu kepada orang lain dengan tangan kanan itu dianggap lebih sopan dari pada memberikan dengan tangan kiri.

c.  Tata kelakuan ( Mores )
            Tata kelakuan adalah norma yang bersumber pada ajaran agama, filsafat maupun ideologi yang dianut oleh mayarakat sehingga apabila seseorang melanggar norma ini, ia akan memperoleh sanksi  dan dianggap  sebagai orang  yang berperilaku jahat. Misalnya, larangan agama bagi seseorang untuk tidak melakukan zina, berjudi, mengkomsumsi minuman keras, narkoba, mencuri, dan membunuh.
Fungsi mores ( tata kelakuan )
    1. Menjaga solidaritas antara anggota masyarakat.
    2. Mengindefikasikan individu terhadak kelompoknya
    3. memberikan batas-batas pada perilaku individu

d.  Adat istiadat ( custom )
            Adat istiadat adalah norma yang tidak tertulis namun sangat kuat mengikat sehingga anggota-anggota masyarakat yang melanggar adat istiadat akan mendapat sanksi keras yang secara langsung dikenakan kepada pelanggar adat istiadat tersebut.Misalnya orang yang melanggar hukum dapat akan dibuang dan diasingkan ke daerah lain.
            Fungsi norma dalam kehidupan  masyarakat adalah sebagai berikut ;
    1. Sebagai pedoman yang mengatur kehidupan masyarakat
    2. Sebagai pedoman cara berpikir atau bertindak.
    3. sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat dalam  rangka mencapai masyarakat yang sejahtera, tentram,tertib,dan aman.
2.      Macam-macam Norma dalam masyarakat

a. Norma agama.

Norma agama adalah suatu norma yang bersumber dari ajaran atau akidah suatu agama. Norma ini bersifat muklat dan mengharuskan ketaatan pemeluknya sehingga bagi mereka yang taat akan mendapatkan kebahagian di dalam alam baqa sedangkan mereka yang melanggar akan sanggsara di akhirat. Contohnya melakukan sembahyang kepada tuhan, tidak berbohong tidak mencuri dan lain sebagainya.

b. Norma kesusilaan

Norma kesusilaan adalah  norma yang bersumber dari hati nurani atau akal pikiran. Nilai ini bersifat universal karena setiap pasti memilikinya hanya bentuk perwujudannya saja yang berbeda.  Pelanggaran Norma ini  berakibat sanksi pengucilan secara fisik(dipenjara, diusir) Contoh; dilarang berciuman di muka umum, melecehkan wanita atau laki-laki didepan orang.

c.Norma Kesopanan.
Norma kesopanan adalah norma yang bersumber dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyarakat seperti cara berpakaian, cara bersikap dalam  pergaulan, dan berbicara.Norma ini bersifat relatif, artinya penerapannya berbeda di berbagai tempat,lingkungan  dan waktu.misalnya menentukan kategori pantas dalam berbusana antara satu tempat dengan tempat lain kadang-kadang berbeda.Pelanggaran norma ini akan mendapatkan celaan, kritik, dan lain-lain tergantung tingkat pelanggaran.Contoh: Tidak meludah di sembarang tempat, memberi atau menerima sesuatu dengan tangan kanan.

d. Norma kebiasaan.

Norma kebiasaan adalah  merupakan hasil perbuatan manusia yang dilakukan berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan individu. Pelanggaran norma ini berakibat celaan, kritik, sampai pengucilan  secara bathin.Contoh : kebiasaan mengirim doa pada arwah yang telah meninggal menjelang bulan ramadhan, membawa oleh-oleh apabila pulang dari  suatu tempat.

c. Norma Hukum

Norma hukum adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib  dalam suatu masyarakat atau Negara.sanksi norma ini bersifat mengikat dan memaksa serta tegas dilakukan oleh suatu lembaga yang mempunyai kedaulatan.   Tujuan penerapan norma hokum adalah untuk mencitakan sauna aman, adil, tentram, dan damai dalam kehidupan masyarakat.Contoh tidak melakukan tindakan criminal,seperti mencuri, menipu, membunuh , merempok dan sebagainya; wajib membayar pajak.

3.  Nilai dan Norma sosial dalam Proses Sosialisasi.
            Proses sosialisasi adalah proses belajar yang dialami induvidu sejak masa kanak-kanak sampai masa tua untuk belajar pola-pola tindakan dalam interaksi sosial dengan individu lain disekelilingnya yang mengemban berbagai peran sosial dalam masyarakat.
           Seperti kita ketahui proses belajar kebudayaan dilakukan oleh mulai dari keluarga melalui proses internalisasi, sosialisasi,dan enkulturasi.
Proses enternalisasi merupakan proses panjang  sejak seseorang      dilahirkan sampai menjelang meninggal dunia untuk belajar menanamkan dalam kepribadiannya segala perasaan, hasrat, nafsu, dan emosi yang diperlukansepanjang hidupnya
Proses enkulturasi adalah proses belajar yang dialami individu sejak kecil sampai masa tuanya untuk belajar dan menyesuaikan alam pikiran serta sikap nya dengan adat istiadat, sistem norma, dan peraturan – peraturan yang hidup dalam kebudayaannya.
           Sejak lahir seseorang telah memiliki bakat yang terkandung dalam gennya untuk mengembangkan berbagai macam perasaan, hasrat nafsu, dan emosi dalam kepribadiannya. Namun pengaktifan wujud isi kepribadiaan ini dipengaruhi  oleh berbagai macam rangsangan dari lingkungannya, baik lingkungan alam, lingkungan sosial, mamupun lingkungan budayanya.
            Sejalan dengan bertambahnya usia, individu berinteraksi dengan banyak orang yang mengemban peran sosial sehingga dalam proses itu ia belajar lebih banyak pola tindakan. Dengan demikian dimensi sosialisasi itu berkembang dan proses yang sederhana kearah yang makin kompleks sesuai dengan kebutuhan – kebutuhan yang menggambarkan nilai dan norma sosial.
            Nilai dan norma sosial dipelajari sejaak seseorang masih kecil dan kemudian dibudayakan dalam masyarakatnya dengan meniru tindakan orang lain dalam lingkungan keluarganya kemudian dengan teman-teman bermain dan dengan orang-orang di lingkungan terdekatnya.
            Dengan semakin berkembangnya usia seorang anak tersebut tidak hanya melakukan proses imitasi ( peniruan ) tetapi mulai pula mempelajari sendiri nilai dan norma dalam masyarakat melalui percakapan dengan orang lain, membaca, mendengarkan pembicaraan orang, mendengarkan dari media massa dan sebagainya. Semua proses tersebut berlangsung secara formal;dan imformal sehingga terjadilah proses sosialisasi tersebut dalam diri seorang individu.
                                             

LATIHAN ULANGAN HARIAN

Berilah tanda  silang ( X) pada salah satu huruf a,b,c,d dan e di depan  jawaban yang paling  tepat !

1.   Ketentuan- ketentuan yang bersumber dari  hati nurani , moral atau filsafah hidup disebut….
         a. Norma hukum                                                d. norma kesusilaan
         b. norma agama                                      e. norma kesopanan
         c. adapt istiadat.

2.      Salah satu fungsi nilai sosial adalah…..
         a. sebagai alat solidaritas dikalanganmasyarakat
         b. mengambil bagian dalam usaha pemenuhan kebutujhan sosial.
         c. dijadikan milik  diri melalui proses belajar
         d. mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap orang perorangan.
         e. mempengaruhi perkembangan pribadi secara positif dan negatif.

3.      Berbagai konsep yang berkaitan dengan segala sesuatu yang berguna bagi manusia dalam  melaksanakan berbagai aktivitas, dikategorikan sebagai…..
         a. nilai moral                                           d. nilai material
         b. nilai kerohanian                                  e. nilai kebenaran
         c. nilai vital.

4.      Norma tidak tertulis namun sangat kuat mengikat sehingga anggota masyarakat yang melanggarnya akan akan menderita sanksi keras yang diberikan, disebut….
         a. usage                                                  d. costum
         b. folkway                                              e. law
         c. mores.

5.      Norma sosial adalah unsur-unsur yang abstrak dan sering tidak disadari tentang benar dan penting, Pendapat tersebut  dikemukanan….
         a.AWG Green                                        d. D. Sumanjuntak
         b. Woods                                                e. KimballYoung
         c. Robert M.Z Lawang.
           
6.      Masyarakat suku Badui di Banten, sangan menjunjung tinggi adat istiadat nenek moyang. Mereka beranggapan  bahwa nilai-nilai leluhur harus dijunjung tinggi dan dipertahankan  kelestariannya. Realitas sosial tersebut menunjukkan fungsi nilai sebagai…..
         a. status dan peranan sosial                    d. unsure sosial dan budaya masyarakat.
         b. tujuan atau orientasi tindakan            e. adat dan tradisi masyarakat.
         c. pedoman atau kaidah perilaku

7.      Urutan tingkatan norma yang mengatur kehidupan masyarakat ditinjau dari  segi sanksi yang terlemah sampai dengan yang terkuat adalah……
         a. folkways, usage, customs, mores, law           d. law, usage, mores, folkaway, custom
         b. usage, folkways, mores, custom, law.            e. law, custom, mores, folkaway, usage.
         c. mores, folkaway, usage, custom,mores, law

8.      Pengucilan terhadap orang yang tidak baik oleh anggota masyarakat adalah merupakan bukti dari berlakunya norma dalam masyarakat khususnya….
         a. norma aagama                                    d. norma kesopanan
         b. norma adat                                         e. norma kesusilaan
         c. norma hokum.

9.      Menurut Prof. Dr. Notonegoro kepaercayaan kita terhadap Tuhan yang Masa Esa termasuk nilai………
         a. nilai keindahan                                   d. nilai vital
         b.nilai material                                        e. nilai spiritual
         c. nilai keberadaban

10.    Nilai sosial adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, yang berharga, dan yang mempengaruhi perilaku  orang yang memiliki nilai tersebut. Definisi nilai sosial ini dikemukakan oleh…….
         a. Kimball Young                                   d. Soerjono Soekanto
         b. Robert M.Z lawang                            e. Simanjuntak
         c. Woods.

11.    Nilai sosial diperoleh individu bukan karena kelahiran, tetapi melalui proses….
         a. pemujaan                                            d. pengamalan
         b. belajar                                                 e. intimidasi
         c. penerapan

12.    Meskipun Andi hanya seorang kuli bangunan, tetapi dia  tetap bangga karena bagi dia menjadi kuli lebih baik dari pada harus menjadi peminta-minta. Dari kasus tersebut menunjukkan bahwa nilai sosial memiliki fungsi…….
         a. menciptakan peluang kerja                 d. menghindari pandangan negative
         b. pengendali perilaku individu             e. mendorong tumbuhnya solidaritas.
         c. memotivasi manusia  dalam perperilaku.

13.    Ketika masih kecil,orang tua melatih anaknya tentang cara bertutur kata dan bergaul dengan baik. Jika anak melakukan kesalahan, maka orang tua memberikan sanksi. Sebab ajaran moral lebih didasarkan pada tradisi, bukan rasio.Pola asuh yang dilakukan orang tua pada contoh tersebut bersifat…..
         a. ekualiter                                              d. sekunder
         b. otoriter                                               e. primer
         c. tertier

14.  Maria melihat Uang temannya tertinggal di ruang kelas, namun dia tidak berani mengembil meskipun di kelas tidak ada orang lain. Dia sadar bahwa mengambil uang milik orang lain adalah perbuatan yang tercela.
         a. menghindari pandangan negative      d. menciptakan peluang kerja
         b. memotivasi manusia dalam buat        e. mendorong tumbuhnya solidaritas
         c. faktor pendorong seseorang meraih cita-cita

16.    Salah satu ciri nilai sosial menjadi nilai dominan adalah……..
         a. menciptakan kesejahteraan                 d. perumusannya perlu biaya yang besar
         b. menghasilkan perilaku yang baik       e. banyak diikuti oleh anggota masyarakat.
         c. disusun oleh orang-orang penting.

17.    Rusna dan Rustan tanpa malu-malu berpelukan ditengah keramaian orang dan juga berciuman. Perilaku tersebut telah melanggar norma…….
         a.kebiasaan                                             d.kesopanan
         b.kesusilaan                                            e. adat
         c. hukum.

18.    Di bawah ini yang termasuk dalam norma hukum adalah……
         a. peraturan adat                                                d.mematuhi aturan sekolah
         b.mematuhi nasehat orang tua               e. membayar pajak
         c.tidak berisik dalam kelas.

19.    Semua nilai yang diterapkan oleh masyarakat dalam moral, kesusilaan, benar salah, dan baik-buruk merupakan  jenis nilai……..
         a. nilai watak                                          d. nilai perserikatan
         b. nilai religius                                        e. nilai etika
         c. nilai kejasmanian.

20.    Keluarga merupakan media sosialisasi yang sangat berperan dalam proses pembentukan kepribadian individu, karena berfungsi sebagai……
         a. Lingkuangan paling awal yang membentuk watak individu.
         b. tempat individu di lahirkan
         c. tempat tinggal individu sejak lahir.
         d. tempat melatih individu untuk memperoleh ketrmpilan
         e. kelomok sosial yang berjasa bagi individu.

II. Jawablah pertanyaan – pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan tepat.
1.Sebutkan 4 macam norma  yang berlaku dalam masyarakat.
    …………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
2. Jelaskan  perbedan nilai sosial  dengan norma sosial .
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
3.Tuliskan 4 macam contoh pelanggarana norma kesopanan di lingkungan sekolahmu.
…………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………..
4. Mengapa nilai dan norma sosial cenderung dipertahankan oleh masyarakat.
…………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………….
5.Sebutkan  4 macam fungsi nilai sosial !
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………..   

 
BAB III
INTERAKSI DAN DINAMIKA SOSIAL

A.   PENDAHULUAN

1.      Pengertian Interaksi Sosial

Masyarakat terdiri dari individu. Individu dan tiap individu tidak hidup sendirian melainkan
hidup secara berkelompok – kelompok dalam bentuk keluarga, komuitas, asosiasi dan kelompok – kelompok religi. Untuk memenuhi kebutuhannya manusia selalu memerlukan pertolongan orang lain. Semua bentuk komunikasi atau hubungan timbal balik antarindividu, antarkelompok dan hubungan antara individu dan kelompok dinamakan Interaksi Sosial.  
        
2.      Pengertian Dinamika Sosial

Di dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari, manusia memerlukan
aturan yang dapat melindungi hak dan kewajiban masing – masing individu agar terjamin kelangsungan hidupnya. Dengan demikian semua individu dalam masyarakat bersifat saling melengkapi satu dengan yang lain. Tetapi ada kalanya individu dihadapkan pada persaingan dan pertentangan karena memperebutkan sesuatu yang sifatnya terbatas. Dalam konteks seperti ini akan terjadi bentuk kehidupan yang kompetitif bahkan sering kali terjadi konflik antarindividu maupun antarkelompok. Hal ini merupakan salah satu dari dinamika kehidupan sosial yang ada di dalam masyarakat.

3.      Proses Terjadinya Interaksi Sosial

Interaksi Sosial terjadi karena adanya dua pihak yang saling kontak dan melakukan
komunikasi. Dalam sosiologi istilah kontak diartikan sebagai “hubungan dengan orang lain”.Hubungan dengan orang lain dapat dilakukan secara tatap muka (langsung), maupun melalui sarana penghubung atau perantara (tidak langsung). Oleh karena itu, kontak sosial juga bisa bersifat langsung (lewat tatap muka) maupun tidak langsung dengan menggunakan alat penghubung / alat komunikasi.

            Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain melalui berbagai sarana komunikasi. Dilihat dari segi interaksi sosial, komunikasi dapat dipandang sebagai proses penukaran informasi dan makna diantara pihak – pihak yang saling berinteraksi sosial.

            Selain menggunakan bahasa, komunikasi juga dapat jugadilakukan dengan menggunaka ekspresi wajah (tertawa, menangis, tersenyum, cemberut, merengut, mengerling) dan gerakan tubuh (menggeleng, mengangguk, mengangkat bahu, menarik nafas panjang, melambaikan tangan, menggerakkan ibu jari atau telunjuk.

B.   FAKTOR – FAKTOR PENDORONG TERJADI INTERAKSI SOSIAL
       Interaksi sosial terjadi karena didorong oleh sejumlah faktor baik yang ada pada diri seseorang maupun orang lain atau lingkungan sekitar.

1.      Faktor dari Dalam Diri Seseorang

Faktor yang ada dalam diri seseorang yang dapat mendorong terjadinya Interaksi Sosial
adalah:

a.   Dorongan kodrat sebagai makhluk sosial
     
      Pada hakekatnya, manusia adalah makhluk pribadi dan sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia mempunyai kecenderungan untuk bergaul dengan sesama manusia. Bahkan menurut Howard Gardner, setiap manusia memiliki potensi kecerdasan antarpribadi, yaitu kecerdasan dalam mengelola hubungan dengan orang lain. Oleh karena itu, wajar apabila setiap orang mempunyai kecenderungan kuat untuk berinteraksi dengan orag lain. Dilain pihak, potensi kemanusiaan seseorang juga hanya akan berkembang melalui Interaksi Sosial.

b.   Dorongan untuk memenuhi kebutuhan

      Dalam kehidupan sehari – hari, manusia menyadari bahwa banyak hal dalam hidupnya tergantung pada orang lain. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan setiap orang memerlukan orang lain. Kebutuhan akan rasa aman, kasih sayang, diterima, dihargai, dan lain sebagainya jelas memerlukan orang lain sebagai sumber pemenuhannya. Oleh karena itulah, manusia memiliki kecenderungan untuk berinteraksi dengan orang lain dalam upanya memenuhi kebutuhan dirinya.

c.   Dorongan untuk mengembangkan diri dan mempengaruhi orang lain

      Manusia juga memiliki potensi dan kehendak untuk mengembangkan diri sendiri dan sesamanya, upaya pengembangan pribadi tersebut antara lain dilakukan dengan melakukan imitasi dan identifikasi. Dalam rangka imitasi dan identifikasi itulah seseorang didorong untuk melakukan Interaksi Sosial.


            Imitasi adalah tindakan seseorang meniru sikap, penampilan, gaya hidup dan bahkan segala sesuatu yang dimiliki orang lain. Imitasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses interaksi sosial dan dapat berdampak positif maupun negatif. Jika yang ditiru adalah orang – orang yang berprilaku baik atau sesuai dengan kehendak masyarakat, maka dampaknya akan positif. Jika yang ditiru adalah individu yang berprilaku buruk atau bertentangan dengan kehendak masyarakat, maka dampaknya akan negatif pula.
Imitasi dapat mendorong seseorang untuk memenuhi kaidah – kaidah dan nilai – nilai yang berlaku, namun juga dapat mengakibatkan terjadinya penyimpangan terhadap nilai dan norma masyarakat.

            Identifikasi adalah usaha seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Indentifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi, jadi lebih dari sekedar meniru seseorang. Proses identifikasi dapat berlangsung baik dengan sendirinya atau tak disadari, maupun dengan disengaja. Seseorang yang mengidentifikasi dirinya dengan satu figur tertentu benar – benar mengenal figur yang menjadi idolanya itu. Pandangan, sikap, dan norma yang dianut figur itu akan menjiwai orang yang mengidentifikasikan diri itu. Identifikasi mengakibatkan terjadinya pengaruh – pengaruh yang lebih mendalam ketimbang proses imitasi.

            Selain pengembangan diri sendiri, manusia juga mempunyai kepedulian terhadap oarng lain seperti :

            Sugesti adalah pandangan atau pengaruh yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain sehingga orang lain itu menuruti isi pandangan atau pengaruh tersebut. Sugesti lazimnya berkonotasi negatif karena mampu mendorong orang untuk bertindak secara emosional dan tak rasional.

            Motivasi adalah pandangan atau pengaruh yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain sehingga orang lan itu menuruti isi pandangan atau pengaruh tersebut secara kritis dan bertanggung jawab. Dengan demikian, motivasi lebih berkonotasi positif.

            Simpati adalah perasaan tertarik kepada pihak lain yang mendorong keinginan untuk memahami dan bekerja dengan pihak lain.
             
2.      Faktor dari Luar Individu

Disamping dorongan yang berasal dari dalam diri sendiri interaksi sosial juga dirangsang oleh
hal yang ada di luar dari seseorang. Tindakan orang lain, sikap diam orang lain, atau kejadian-kejadian
yang berlangsung di sekitar kehidupan seseorang merupakan hal – hal yang dapat merangsang timbulnya interaksi sosial. Karena disapa orang lain, maka kita terlibat interaksi dengan orang tersebut. Karena penasaran atas sikap diam orang yang kita kenal, maka kita terdorong untuk bertanya dan mencari tahu masalahnya sehingga terjadi interaksi. Interaksi sosial selalu terjadi karena ada aksi dan reaksi diantara pihak – pihak yang terlibat di dalamnya.

C.   INTERAKSI SOSIAL DAN POLA KETERATURAN SOSIAL

       Interaksi sosial yang berulang dan berkesinambungan akan menghasilkan pola pergaulan atau pola interaksi tertentu. Pergaulan itu kemudian menimbulkan pandangan bersama tentang kebaikan dan keburukan prilaku dalam masyarakat. Hal yang baik dipertahankan dan dilanjutkan, sedangkan yang buruk dihindari pengulangannya.

1.      Proses Pembentukan Lembaga Sosial

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya bahwa lembaga sosial pada dasarnya adalah
lembaga yang dibuat oleh masyarakat untuk mengatur pemenuhan kebutuhan warga masyarakat sehingga tidak saling berbenturan satu dengan yang lain. Untuk mengatur lebih lanjut pemenuhan terhadap kebutuhan hidup warga masyarakat diperlukan perantara sosial.
Lembaga sosial merupakan lembaga masyarakat yang bertugas untuk melakukan pelayanan
terhadap terhadap kebutuhan - kebutuhan pokok masyarakat, contoh lembaga sosial LKMD, LMD, LKM (Lembaga Ketahanan Nasional). Lembaga peradilan dan lembaga pendidikan. Lembaga – lembaga ini didirikan untuk mewujudkan suatu keteraturan tata komunikasi antarindividu dalam masyarakat.

2.      Proses Terbentuknya Pranata Sosial dan Perkembangannya

Pranata sosial pada dasarnya merupakan perangkat untuk menciptakan tertib sosial dalam
masyarakat. Pranata sosial terdiri dari tiga komponen pokok yaitu :
a.   Norma Sosial yaitu suatu kebutuhan yang menjadi dasar pedoman pengaturan perilaku.
b.   Lembaga sosial yaitu lembaga yang merupakan wadah untuk menyelenggarakan pengaturan
      pemenuhan kebutuhan warga masyarakat berdasarkan norma sosial yang ada.
c.   Personil – personil pelaksana yaitu orang – orang yang ditugasi secara khusus untuk
      menyelenggarakan pengaturan perilaku berdasarkan norma sosial tersebut.

            Macam – macam Pranata Sosial menurut bidang kehidupan yang diatur,
a.   Pranata Politik
b.   Pranata Agama
c.   Pranata Ekonomi
d.   Pranata Pendidikan
e.   Pranata Keluarga

            Adapun proses dipatuhinya suatu pranata dapat berlangsung melalui empat tingkatan.

a.   Terbentuknya Tata Cara ( Usage )
      Yaitu suatu perilaku tertentu yang secara tidak sadar telah disepakati oleh masyarakat terhadap perbuatan yang tertentu pula.
Contoh : Cara orang memberi salam kepada orang yang lebih tua, cara orang menuang minuman.

b.   Terbentuknya Kebiasaan ( Folkways )
      Yaitu suatu tata kelakuan yang bersifat lebih mengikat kepada anggota masyarakat dan lebih dipatuhi, karena bila terjadi penyimpanan terhadapnya akan dimarahi oleh para leluhurnya.

c.   Terbentuknya Tata Kelakuan ( Mores )
      Yaitu suatu kelompok aktivitas yang benar – benar telah menjadi pedoman yang berlaku dari suatu masyarakat. Mores ini merupakan pedoman perilaku dianggap paling benar yang dimiliki, dipakai dan dipertahankan oleh warga masyarakat.

d.   Pranata Sosial dan Pengendalian Sosial
      Apabila tata kelakuan tersebut kekal saerta kuat interaksinya dengan pola – pola perilaku masyarakat, maka dapat terus meningkatkan kekuatan mengikatnya terhadap perilaku warga masyarakat dengan demikian terbentuklah Custom.

3.      Pranata Sosial dan Pengendalian Sosial

Kontrol Sosial mempunyai peranan penting dalam dinamika kehidupan masyarakat. Adapun
fungsi yang sangat fundamental dari kontrol sosial antara lain :

a.   Dengan adanya kontrol sosial dapat mengembangkan rasa malu dalam diri atau jiwa – jiwa anggota masyarakat bila mereka menyimpang atau menyeleweng dari norma kemasyarakatan dan nilai yang berlaku.
b.   Melalui penerapan sanksi yang tegas dapat menimbulkan rasa takut.
c.   Kontrol sosial berfungsi menciptakan sistem hukum, yaitu sistem tata tertib dengan sanksi yang
      tegas bagi para pelanggarannya.
d.  Dengan kontrol sosial dapat mempertebal keyakinan anggota – anggota masyarakat akan kebaikan
     norma – norma masyarakat.
e.         Kontrol sosial dapat berfungsi memberikan penghargaan kepada anggota – anggota masyarakat yang taat pada norma – norma kemasyarakatan.





SOAL  PILIHAN GANDA

1.         Dua orang atau lebih yang memiliki kesamaan Identitas dan berinteraksi satu sama lain secara terstruktur untuk mencapai tujuan bersama disebut .............
a.   Kelompok Sosial
c.   Lembaga Sosial
e.   Masyarakat
b.   Struktur Sosial
d.   Peranan Sosial

2.         Hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi antar Individu dengan individu, individu dengan kelompok , dan kelompok dengan kelompok disebut ......................
a.   Integrasi Sosial
c.   Kebiasaan Sosial
e.   Situasi Sosial
b.   Jalinan Sosial
d.   Interaksi Sosial

3.         Komunikasi merupakan bertukaran ide, perasaan, kepercayaan antar perorangan atau kelompok melalui berbagai hal. Yang bukan merupakan sarana pertukaran dimaksud adalah ..............
a.   Bahasa
c.   Gambaran Visual
e.   Kerja sama
b.   Sugesti
d.   Diskusi

4.         Berikut ini yang bukan merupakan salah satu unsur pokok dalam komunikasi adalah ....................
a.   Komunikator
c.   Politik
e.   Media
b.   Komunikasi
d.   Pesan

5.         Dibawah ini contoh dari interaksi sosial yaitu ....................
a.   Wawan berbincang – bincang dengan kakaknya
d.   Dani bermimpi tentang temannya
b.   Irene berbicara sendiri
e.   Oki berdandan didepan cermin
c.   Eko mengupas kentang

6.         Gotong royong membersihkan lingkungan desa merupakan bentuk .................
a.   Akomodasi
c.   Kompetensi
e.   Konflik
b.   Kerja Sama
d.   Sugesti

7.         Pak Orry dan Bu Camis sedang bertengkar memperebutkan warisan.Selanjutnya datnglah Pak Wawan secara netral membantu menyelesaikan dan memberi nasehat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.Tindakan Pa Wawan merupakan bentuk upaya ...............
a.   Kompromi
c.   Arbitrase
e.   Mediasi
b.   Konversi
d.   Toleransi

8.         Lembaga Sosial adalah seperangkat norma yang terinstitusionalisasi yaitu ....................
a.   Telah diterima sejumlah besar anggota sistem sosial
b.   Ditanggapi secara sungguh – sungguh
c.   Diwajibkan dan terhadap pelanggarannya dikenakan sanksi
d.   Terintegrasi dalam struktur sosial
e.   a, b, dan c benar
9.         Perubahan pada lembaga – lembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya termasuk nilai, sikap dan perilaku disebut .................
a.   Perubahan Sosial
c.   Interaksi Sosial
e.   Lembaga Sosial
b.   Variasi Sosial
d.   Struktur Sosial

10.     Interaksi sosial memiliki berbagai manfaat, kecuali .................
a.   Memungkinkan adanya dinamika dan perubahan dalam masyarakat 
b.   Relasi Individual
c.   Mempertahankan keutuhan masyarakat
d.   Mengakibatkan disorganisasi dalam masyarakat
e.   Melaksanakan berbagai proses sosial
11.     Salah satu faktor yang mempengaruhi interaksi sosial adalah sugesti – sugesti berarti .................
a.   Meniru perbuatan orang lain dengan berbagai perubahan 
b.   Melakukukan perbuatan sama seperti pihak lain
c.   Mersakan seperti yang dirasakan pihak lain
d.   Mengikuti pihak lain tanpa menggunakan alasan
e.   Melakukan perbuatan tanpa memperhatikan keberadaan orang lain
12.     Adanya kecendrungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama serupa dengan pihak lain disebut ....................
a.   Sugesti
c.   Simpati
e.   Identifikasi
b.   Imitasi
d.   Asimilasi

13.     Bentuk interaksi antar individu dengan kelompok berikut ini adalah ....................
a.   Adine meminta uang jajan kepada Ibu 
b.   Penonton main Bola berteriak secara serempak
c.   Ibu dan Bapak bercakap – cakap diruang tamu
d.   Toto melihat – lihat foto tamu sekolahnya
e.   Bapak Iman mengajar Sosiologi di kelas X



14.     Komunikasi dapat menghasilkan interaksi sosial dan kerja sama jika ....................
a.   Semua pihak sama – sama di untungkan 
b.   Terjadi pergaulan
c.   Terdapat sikap saling memahami maksud dan tujuan
d.   Tidak terjadi bentrokan
e.   Tiap – tiap pihak mementingkan orang lain
15.     Pada Zaman modern seperti sekarang ini banyak orang yang menggunakan berbgai jenis peralatan modern seperti telpon genggam , telegram dan faksmile. Dengan perlatan ini dapat terjadi ..............
a.   Kontak
c.   Integrasi
e.   Asimilasi
b.   Akomodasi
d.   Akulturasi

16.     Suatu proses komunikasi dikatakan telah berlangsung secara efektif jika ....................
a.   Pesan yang disampaikan telah sampai ditujuan 
b.   Tujuan yang diharapkan dari berkomunikasi tercapai
c.   Munculnya pesan – pesan secara berantai
d.   Adanya kegembiraan para komunikasi
e.   Komunikasi berlomba untuk mengadakan kontak
17.     Hasil interaksi sosial dikatakan negatif jika .................
a.   Terjadi persahabatan
c.   Menghasilkan kerja sama
e.   Menghasilkan hubungan
b.   Tercipta rasa kekeluargaan
d.   Menhasilkan konflik
      yang harmonis
18.     Berikut adalah alat komunikasi tatap muka yang lazim dipergunakan manusia, kecuali ...............
a.   Bahasa
c.   Gerakan tubuh
e.   Pesawat telepon
b.   Ekspresi wajah
d.   Isyarat tangan
     
19.     Tindakan meniru sikap, penampilan dan gaya hidup orang lain disebut ................
a.   Identifikasi
c.   Motivasi
e.   Sugesti
b.   Imitasi
d.   Simpati
     
20.     Upaya seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain disebut ..................
a.   Identifikasi
c.   Motivasi
e.   Sugesti
b.   Imitasi
d.   Simpati
     


ESSAY !
  1. Apa yang dimaksud dengan interaksi Sosial ? Jelaskan dengan kata – katamu sendiri !
  2. Apakah yang dimaksud dengan motivasi dalam interaksi Sosial !
  3. Bedakan antara Simpati dengan Emapti
  4. Apakah yang menjadi penyebab suatu pertikaian atau konflik !
  5. Apakah yang dimaksud dengan diskomunikasi !




























KUNCI JAWABAN

  1. A                                 6.   B                           11. D                           16. B
  2. D                                 7.   E                            12. E                            17. D
  3. B                                 8.   E                            13. E                            18. C
  4. C                                 9.   A                           14. C                           19. B
  5. A                                 10. D                           15. A                           20. A



ESSAY

1.         Interaksi Sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok dalam masyarakat.
2.         Motivasi merupakan dorongan , rangsangan, pengaruh atau stimulus yang diberikan seorang individu ke individu lainnya sedemikian rupa sehingga individu yang memperoleh motivasi tersebut menuruti atau melaksanakan hal yang dimotivasikan secara kritis, rasional dan penuh tanggung jawab.
3.         Empati mirip dengan persaan simpati, hanya melibatkan emosi yang jauh lebih mendalam.
4.         Yang menajdi penyebab suatu pertikaian atau konflik adalah anatara lain :
a.       Perbedaan antar individu atau kelompok
b.      Perbedaan kebudayaan
c.       Perbedaan kepentingan sosial
d.      Perbedaan perubahan Sosial dan Budaya
5.         Diskomunikasi adalah suatu keadaan, ketika sesuatu hal pesan yang disampaikan tidak jelas 
        maksudnya sehingga bisa mengakibatkan berselisihan pendapat atau perpecahan
   

      
BAB IV

                                          SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN

Standar  kompetensi : Menerapkan nilai dan norma dalam proses pengembangan kepribadian
Kompetensi Dasar    : Menjelaskan Sosialisasi sebagai proses dalam pembentukan kepribadian

A.SOSIALISASI

 Pengertian
 Sosialisasi adalah suatu proses dimana seorang individu belajar tentang segala nilai dan norma yang  berkembang                dimasyarakatnya agar ia menjadi bagian dari masyarakat tersebut.

Tujuan Sosialisasi adalah :
  1. Membekali sesorang dengan seperangkat nilai dan norma agar sikap perilakunya sesuai dengan harapan  
masayarakat.
  1. Membekali latihan berbagai keterampilan yang dibutuhkan untuk berinteraksi dengan sesamanya  dan
lingkungan.
  1. Mengembangkan kemampuan sesorang untuk berkomunikasi dengan semua pihak dan melakukan mobilitas
Sosial.
  1. Melatih seseorang agar mampu mengendalikan fungsi fungsi organiknya dan kepentingannya agar sikap
Dan perilakunya tidak menyimpang dari tata nilai dan norma.

Tahapan Sosialisasi Menurut George Herbert Mead :

  1. Tahap Persiapan (Preparatory stage)   
Tahap ini dialami sejak manusaia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal lingkungan sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman diri.Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.
Contoh :Kata “makan” yang diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita diucapkan kata “mam”.Maka
Kata tersebut belum dipahami oleh anak. Lama Kelamaan anak akan memahami secara tepat makna kata makan tersebut dengan kenyataan yang dialaminya.

  1. Tahap Meniru bertindak (play Stage)
Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan oeran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa.Pada tahap ini mulai berbentuk kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orangtuanya, kakaknya dan sebagainya.Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharaapkan seorang ibu dari anak.Dengan kata lain,kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai berbentuk pada tahap ini. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang telah berbentuk. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan bertahannya diri, yakni dari mana anak menyerap norma dan nilai. Bagi seorang anak, orang-orang ini disebut orang-orang yang amat berarti (significant other).

  1. Tahap siap bertindak (game stage)
Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secar langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan pada posisi orang lainpun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerja sama dengan teman-temannya. Pada tahap ini lawan beriteraksi semakin banyak dan hubungannya semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku diluar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku diluar keluarganya.
  1. Tahap penerimaan norma klektif (generalized stage)
Pada tahad ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada masyrakta secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerjasama, bahkan tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.

Tabel ciri-ciri tahap perkembangan dalam tahap-tahap sosialiisasi     
Kriteria

   Prepatory stage

      Play Stage

       Game stage  

Generalized stage
Jumlah orang
berinteraksi
Sedikit
Sedikit bertambah
Agak banyak
Banyak

Rendah
Agak rendah
Agak tinggi
Tinggi
Kesadaran diri yang memiliki
Belum
Hanya meniru
Mampu
bekerjasama
Mampu bekerjasama dalam masyarakat luas secara tatap muka
Faktor-faktor yang mempengaruhi sosilisasi :
1.      Sifat dasar manusia
2.      Lingkungan prenatal (individu dalam rahim)
3.      Perbedaan individu
4.      Lingkungan  (alam, budaya dan masyarakat)      
5.      Motivasi (dorongan dan kebutuhan)

Jenis-jenis Sosialisasi :
1.              Sosialisasi Primer
Sosialisasi primer adalah sosialisasi yang pertama dijalani individu yaitu sosialisasi yang berlangsung dilingkungan keluarga.Dalam sosialisasi ini individu belejar tentang hal-hal yang yang terjadi dalam lingkungan keluarganya. Misalnya belajar mengenal anggota keluarga, belajar cara berbicara, belejar makan dan sebagainya.
Sosilisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga.Secra bertahap dia mulai mampu mebedakan dirinya dengan orang lain dan sekitarnya keluarganya.
Dalam hal ini, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas didalamnya. Warna kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh warna kepribadian dan interaksi yang terjadi anatara anak dengan anggota keluarga terdekatnya.

2.              Sosialisai Sekunder
Sosialisasi sekunder yaitu sosialisasi tingkat lanjut yan dijalani oleh individu, yaitu sosialisasi yang berlangsung dilingkungan  masyarakat. Dalam sosialisasi ini seorang individu belajar tentang hal yang berkaitan dengan lingkungannya misalnya belajar membangun persahabatan, belajar menghargai perbedaan, belajar mengembagkan pola pikir, beroorganisasi,dsb. (lingkungan bermain,sekolah,lingkungan kerja,dsb)

Pola/proses sosialisasi melalui dua cara yaitu :
1.Sosialiasi Represif
Pola sosialisasi yang menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan atau proses sosialisasi  yang terjadi melalui tekanan atau paksaan dari luar.
       2.Sosialisasi Partisipatif
            Pola sosialisasi yang menekankan parsipasi anak sebagai individu yang belajar (anak sebagai pusat individu
            yang belajar)
           
Tipe Sosialisasi
  1. Formal
Sosialisasi tipe ini terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan  berlaku dalam
Negar, seperti pendidikan disekolah maupun militer.
    
  1. Informal
Sosialisasi tipe ini terdapat dimasyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekluargaan, seperi dalam teman,sahabat, sesama anggota klub, dan kelompok-kelompok sosial yang ada di dalam masyarakat.


            Baik sosilisasi formal maupun soisialisasi informal tetap mengarah kepada pertumbuhan pribadi anak agar             sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dilingkungannya. Dalam lingkungan formal seperti disekolah,
            Seorang siswa bergaul dengan teman sekolahnya dan berinteraksi dengan guru dan karyawan sekolahnya.
            dalam interaksi tersebut ia mengalami proses sosialisasi. Dengan proses sosialisasi tersebut, siswa akan di
            Sadarkan tentangperanan apa yang harus dia lakukan. Sisiwa juga diharapkan mempunyai kesadaran  dalam
            dirinya untuk menilai diri sendiri. Misalnya, apakah saya ini termasuk anak yang baik dan disukai teman
            atau tidak? Apakah perilaku saya sudah pantas atau tidak.
            meskipun proses sosialisasi dipisahkan secar formal dan informal, namun hasilnya sangat sulit dipisahkan-
            pisahkan karena individu biasanya mendapat sosialisasi formal dan informal sekaligus.

Agen / Pelaku / Lembaga Sosialisasi
Sosialisasi membutuhkan agaen atau lembaga yang berperan dalam transpormasi nilai-nilai dan norma-norma dalam masyarakat. Agen sosialisadi adalah pihak-pihak yang melaksanakan atau melakukan sosialisasi. Agen atau sosialisasi tersebut meliputi :
  1. Kelaurga
Keluarga merupakan lembaga terkecil dalam masyarakat yang memiliki tugas utama untuk membangun karakter individu melalui penanaman nilai dasar dalam hidup bermasyarakat. Dalam konteks ini, peran lembaga keluarga menjadi sangat penting karena perkembangan individu secara umum sangat dipengaruhi oleh keluarga.
  1. Kelompok teman bermain
Melalui teman bermain seorang individu akan belajar membangun solidaritas dan persamaan. Karena dalam ruang teman bermain seorang individu merasa memilki pososi yang sam dengan temen-temannya bila dibandingkan posisi dia dalam keluarga.Lingkungan keluarga secara umum membangun subordinasi, dimana anak-anak  selalu dalam posisi yang tidak mempunyai pilihan untuk di membantah. Sementara dalam teman bermain mereka bisa belajar kesetaraan.
  1. Sekolah
Sekolah juga merupakan agen atau lembaga dalam proses sosialisasi. Sekolah mengajarkan tentang pendayaguanaan segala potensi dan kemampuan serta akal pikiran dalam mengatasi permasalahan  dan mengembangkan daya pikir untuk kehidupan yang lebih baik. Disekolah individu diperkenalkan dengan aturan-aturan yang jelas dan berlaku secara umum bagi siswa dalam suatu sekolah tanpa memandang latar belakang siswa yang bersangkutan.
  1. Linkungan kerja
Setelah individu melewati masa kanak-kanak dan masa remaja, kemudian meninggalkan kelompok permainannya, individu memasuki dunia baru, yaitu lingkungan kerja.Secaraumum individu yang ada didalamnya hampir dewasa dan bahkan sebagaian besar mereka sudah dewasa, maka sistem nilai dan norma lebih jelas dan tegas. Didalam lingkungan kerja ini individu saling berinteraksi dan berusaha menyesuaikan diri dengan nilai dan norma yang berlaku didalamnya. Orang yang bekerja dan bergaul dengan teman-temannya didunia pendidikan akan memiliki perilaku dan gaya hidup yang berbeda dengan mereke yang bekerja dikemiliteran.
  1. Media Massa
Media massa juga tidak kalah pentingnya dalam sosialisasi apalagi di zaman seperti sekarang ini dimana dunia teknologi informasi berkembang sangat cepat. Sajian-sajian media massa yang menjurus pada transformasi nilai-nilai yang kurang baik akan sangat mudah diikuti oleh individu. Oleh karenanya sajian-sajian media massa diharapkan menampilkan nilai-nilai yang lebih mengedepankan moral dan agama, agar mampu membangun manusia yang bermoral dan beretika baik
           


B.                 KEPRIBADIAN


Definisi Kepribadaian

1.   Allport, Kepribadian adalah organisasi dinamis dari sistem psikofisis dalam diri individu yang menentukan
      Keunikan penyesuaian diri terhadap linkungan.
2.   Koentraningrat, kepribadian adalah susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan tiap-tiap individu.
3.   Yinger, kepribadian adalah keseluruhan perilaku seseorang dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi.

Dari berbagai definisi diatas dapat disimpulkan bahwa :
Kepribadian adalah ciri-ciri watak seseorang  yang konsisten sehingga menjadi identitas dirinya secra khusus..


Faktor-Faktor Pembentuk Kepribadian
  1. Warisan biologis (keterunan)
Individu tidak bisa lepas dari kondisi biologis secara pisik maupun psikis dalam proses pembentukan kepribadian. Walau bagaimanapun pengaruh orang tua sedikit banyak akan mempengaruhi kepribadian seseorang.Tidak sedikit kita dapat melihat seorang anak yang mempunyai kepribadian seperti orang tuanya. Hal ini menunjukan bahwa faktor biologis dapat mempengaruhi kepribadian seseorang.
  1. Lingkungan fisik (geografis)
Individu yang tinggal didaerah yang gersang dan  dengan daerah yang subur cenderung memiliki kepribadian yang berbeda. Individu yang tinggal didaerah yang gersang memiliki kepribadian yang cenderung keras dan termperamental, sementara individu yang tinggal didaerah yang subur memiliki kepribadian yang cenderung pasif dan kurang kreatif.
`     3.   Lingkungan sosial (budaya,pengalaman kelompok, pengalaman unik)
Lingkungan sosiali dan budaya dimana individu tinggal juga dapat mempengaruhi pembentukan kepribadiannya. Tak bisa disangkal bahwa individu yang melakukan interaksi dengan orang-orang disekitarnya dengan budayanya masing-masing akan memberi warna tersendiri bagi kepribadaian seseorang.Individu yang tinngal didaerah yang agamis akan cenderung menjadi individu yang taat pada norma-norma yang ada.

       Susunan Kepribadian Meliputi
1.      Pengetahuan, (fantasi, pemahaman dan konsep dari pengamatan dan pemahaman mengenai segala hal yang berbeda dalam lingkungan individu).
2.      Perasaan, (suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang menghasilkan penilaian positif atau negatif tentang sesuatu).
3.      Dorongan naluri, (kemampuan dalam diri yang sudah merupakan naluri atau bagian yang tak terpisahkan dari setiap manusia.














RANGKUMAN

Sosialisasi adalah Suatau proses dimana seorang individu dimana seorang individu belajar tentang segala nilai dan norma yang berkembang dimasyarakat agar ia menjadi bagian dari masyarakatnya tersebut.


Tahapan Sosialisasi menurut George Herbert Mead :

1.                  Tahap persiapan (preparatory stage)
2.                  Tahap meniru bertindak (play stage)
3.                  Tahap siap bertindak (game stage)
4.                  Tahap penerimaan norma kolektif (generalized stage)

Faktor yang mempengaruhi Sosialisasi

1.         Sifat dasar manusia
2.         Lingkungan prenatal (individu dalam rahim)
3.         perbedaan individu
4.         Lingkungan (alam, budaya dan masyarakat)
5.         Motivasi (dorongan dan kebutuhan)

Jenis-jenis sosialisasi

1.         Sosialisasi primer, yaitu sosialisasi yang pertama dijalani individu yaitu sosialisasi yang berlangsung dilingkungan keluarga.
2.         Sosialisasi sekunder, yaitu sosialisasi tingkat lanjut yang dijalani oleh individu, yaitu sosialisasi yang
            Berlangsung di lingkungan masyarakat.

Pola / proses sosialisasi melalui dua cara, yaitu :

1.                  Sosialisasi Represif
2.                  Sosialisasi Partisipatif


Agen / Pelaku / Lembaga Sosialisasi

1.                  Keluarga
2.                  Kelompok/ teman bermain
3.                  Sekolah
4.                  Lingkungan Kerja
5.                  Media Massa

Kepribadian adalah ciri-ciri watak seseorang yang konsisten sehingga menjadi identitas dirinya secara khusus.

Faktor-Faktor Pembentukan Kepribadian

1.                  Warisan biologis (keturunan)
2.                  Lingkungan fisik (geografis)
3.                  Lingkungan sosial (budaya, pengalaman kelompok, pengalaman unik)

Susunan Kepribadian Meliputi :

1.                  Pengetahuan
2.                  Perasaan
3.                  Dorongan naluri

















Soal- Soal Uji Kompetensi
I.          Soal Pilihan Ganda
Pilihlah satu jawaban  yang paling tepat dengan cara memberi silang pada huruf a,b, c, d dan e.
1. Jika seorang anak tidak pernah melakukan sosialisasi. maka ….
    a.  Ia tidak berperilaku seperti manusia
    b.  Ia akan tumbuh layaknya  manusia normal
    c.  Ia akam memiliki rasa percaya diri sendiri yang tinggi
    d.  Ia tidak mampu mengikuti perkembangan zaman
    e.  Ia akan tumbuh seperti anak-anak sebayanya
2.  Hakikat sosialisasi adalah ….
    a.  Penciptaan nilai-nilai dan norma-norma baru
    b.  Mempelajari nilai dan norma di dalam masyarakat
    c.  Penolakan terhadap nilai dan norma dari kelompok masyarakat lain
    d.  Kebiasaan-kebiasaan individu dalam masyarakat
    e.  Perpaduan antara nilai dan norma di dalam mayarakat
3.  Arti penting sosialisasi bagi masyarakat yaitu ……
    a.  memperkenalkan kedewasaan anggota kelompok
    b.  melestarikan nilai dan norma kepada generasi muda
    c.  melatih kemampuan individu dalam bekerjasama
    d.  menjujunjung tinggi nilai kehormatan masyarakat
    e.  mendorong terwujudnya manusia terampil
4.  Agen sosialisasi yang pertama dan utama bagi seorang individu adalah……
    a.  keluarga
    b.  teman bermain
    c.  sekolah
    d.  media cetak
    e.  media elektronik
5.  Tahapan sosialisasi, dimana seorang anak belajar meniru peran orang-orang disekelilingnya disebut….
    a.  preparatory stage
    b.  game stage
    c.  play stage
    d.  generalized stage
    e.  role stage
6.  Seseorang dengan badan yang lemah memiliki sifat rendah diri sehingga menimbulkan kesulitan melakukuan   
     Proses sosialisasi. Dalam hal ini termasuk faktor…..
    a.  geograifs
    b.  biologis
    c.  lingkungan sosial
    d.  kebudayaan
    e.  politik
7.  Sosialisasi  primer memiliki fungsi, yaitu…..
    a.  membentuk manusia yang tahan menderita
    b.  membekali individu dengan berbagai keterampilan
    c.  meletakan dasar kepribadian bagi individu
    d.  melatih individu untuk menghadapi tantangan
    e.  mendorong individu untuk selalu berusaha.
8.   Sosialisasi sekunder terjadi melalui agen-agen sebagai berikut …..
    a.  keluarga, masyarakat dan sekolah
    b.  sekolah, media massa dan keluarga
    c.  teman bermain, sekolah danmedia massa
    d.  ayah, ibu dan anggota kerabat dekat
    e.   tetangga, masyarakat dan keluarga
9.  Masuknya informasi melalui flim dan buku-buku mempengaruhi sikap para remaja.Hal ini merupakan  
     Penanaman nilai dalam agen ……
    a.  keluarga
    b.  media pendidikan
    c.  media massa
    d.  teman bergaul
    e.  teman sebaya
10.  Berikut ini tahap sosialisasi, kecuali…..
    a.  tahap persiapan
    b.  tahap meniru
    c.  tahap mengimitasi
    d.  tahap siap bertindak
    e.  tahap penerimaan norma


11. Perhatikan pernyataan berikut ini!
    1.  mempelajari peran tokoh masyarakat
    2.  mampu meniru perilaku orang yang dikagumi
    3.  meniru cara makan, berbicara dan berpakaian
    4.  mulai belajar mengambil peran orang disekelilingnya

    Yang merupakan bentuk sosialisasi primer adalah nomor…..
    a.  1 dan 2
    b.  1 dan 3
    c.  2 dan 3
    d.  2 dan 4
    e.  3 dan 4
12. Seseorang yang hidup didaerah yang tandus dan gersang akan cenderund memliki kepribadiaan yang tamak
     dan rakus keras kepala, dan gemar berkelahi. Perkembangan kepribadian seperti ilustrasi diatas dipengaruhi oleh
    faktor….
     a.  wariasan biologis
     b.  lingkungan kebudayaan
     c.  perbedaan etnis
     d.  lingkungan pranatal
     e.  lingkungan tempat tinggal
13. Pola sosialisasi yang lebih menekankan pada bentuk hukuman dan tekanan kepada pelanggaran, merupakan pola
      sosialisasi……
     a.  implusif
     b.  represif
     c.  kolektif
     d.  konklusif
     e.  partisipasif
14. Sosialisasi adalah proses belajar yang dijalani oleh individu untuk menjadi bagian dari masyarakatnya. Hal-hal                                  
      yang  di pelajari dalam proses sosialisasi adalah….
     a.  cara bekerja yang efektif
     b.  sikap jujur dan sportif
     c.  perilaku yang sopan
     d.  tindakan yang rasional
     e.  nilai dan norma
15. Seseorang anak yang dititipkan dilembaga pendidikan khusus anak-anak nakal dibimbing menerima aturan
     dan nilai-nilai baru agar mampu bermasyarakat serta dapat diterima oleh masyarakatnya. Kasus tersebut dinama-
     kan sosialisasi…..
     a.  khusus
     b.  umum
     c.  primer
     d.  sekunder
     e.  tersier
16. Perbedaan sosiliasasi primer dengan sosialisasi sekunder adalah pada…….
    a.  individu
    b.  interaksinya
    c.  tujuan
    d.  objeknya
    e.  lingkungannya
17. Tahap seorang anak memainkan peran-peran dewasa dinamakan……
    a.  preparatory stage
    b.  play stage
    c.  game stage
    d.  generalized stage
    e.  labelling
18. Kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh peroses sosialisasi karena kepribadian berkembang dari proses…
    a.  alamiah
    b.  biologis
    c.  belajar terhadap alam
    d.  belajar terhapad lingkungan
    e.  tindakan sosial
19. Kepribadian seseorang diselimuti oleh……
    a.  sistem budaya
    b.  sosialisasi
    c.  watak khas
    d.  norma dan nilai
    e.  individu lain
20. Faktor-faktor pembentukan kebudayaan semuanya benar kecuali…..
   a.  faktor biologis
   b.  faktor geografis
   c.  faktor kebudayaan khusus
   d.  faktor pemgalaman unik
   e.  faktor kematangan fisik seseorang








II. Soal Uraian


Jawablah soal-soal berikut dengan benar!

1.   Sebutkan tujuan sosialisasi!
2.   Jelaskan tahapan sosialisasi  “tahap persiapan”!
3.   Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi sosialisasi!
4.   Sebutkan perbedaan ciri-ciri tahap perkembangan diri dalam sosialisasi antara tahap persiapan
      dengan  tahap penerimaan norma kolektif!  
5.   Jelaskan sosialisasi primer dan berikan contohnya!
6.   Sebutkan pola / proses sosialisasi!
7.   Apa yang dimaksud dengan sosialisasi informal?
8.   Jelaskan mengapa keluarga merupakan unsur utama dalam proses sosialisasi?
9.   Sebutkan definisi kepribadaian menurut “koentjaraningrat”!
10. Sebutkan unsur-unsur kepribadian!

III. Kunci  Jawaban
     
  1. Pilihan Ganda
    1. A                                 11.   E
    2. B                                  12.   E
    3. C                                  13.   B
    4. A                                 14.   E
    5. A                                 15.   D
    6. B                                  16.   B
    7. O                                 17.   D
    8. C                                  18.   D
    9. C                                  19.   E
    10. C                                  20.   E

  1. Jawaban Essay
    1. Tujuan sosialisasi
1.membekali seseorang dengan seperangkat nilai dan norma agar sikap dan perilakunya
   sesuai dengan harapan masyarakat.
2.memberikan latihan  berbagai keterampilan  yang dibutuhkan untuk berinteraksi dengan
   Sesama dan ;ingkugannya
                        3.mengembangkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dengan semua pihak  dan
                           melakukan mobilitas sosial.
                        4.melatih seseorang agar mampu mengendalikan fungsi-fungsi organiknya dan kepentigan  
                           nya agar sikap dan perilakunya tidak menyimpang dari tat nilai dan norma.
                  2.   Tahap persiapan (preparatory stage)
                        Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal
                        Dunia sosialnya, termasuk melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.
                        Contohnya, kata “ makan” ibu mengajarkan kepada anaknya yang masih balita diucapkan dengan
                        Bunyi “mam” atau “amam” “Minum menjadi  “num” dsb.
3.  Faktor-faktor yang mempengaruhi sosialisasi :
                        1. Sifat dasar manusia
                        2. lingkungan prenatal (individu dalam rahim)
                        3. perbedaan individu
                        4. lingkungan  (alam, budaya dan masyarakat)
                        5.motivasi (dorongan dan kebutuhan)
4    Perbedaan tahap persiapan (preparatory stage) dengan tahap penerimaan norma kolektif (generalized stage).
  
                       
               kriteria

Preparatory stage

Generalized stage

 1. jumlah orang yang berinteraksi
     Sedikit
 Banyak
 2. keregaman orang dalam berinteraksi
     Rendah
Tinggi
 3. kesadaran diri yang dimiliki
     Belum
Mampu bekerjasama dalam masyarakat luas secara tatap muka
           
5. Sosialisasi primer adalah sosialisasi yang pertama dijalani individu yang berlangsung dilingkungan keluarga.
    Berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun .Contohnya anak menyebut kakak berbunyi “aa’ “mama” menjadi       
    “ma” dan sebagainya.

6. Pola sosialisasi ada dua yaitu;
    1. Sosialisasi represif
        Pola sosilisasi yang menekankan pada penggunaan hukuman terhadapkesalahan atau proses sosialisasi
        Yang terjadi melalui tekanan atau paksaan dari luar)
    2. Sosialisasi partisipasif
        Pola sosialisasi yang menekankan parsipasi anak sebagai individu yang sedang belajar (anak adalah
        Pusat sosialisasi
7.  Sosialisasi Informal adalah proses yang terjadi di masayarakat atau dalam pergaulan misalnya : sesama
     Anggota klub olahraga dan kelompok sosial yang ada dimasyarakat         
8.  Karena keluarga bagi anak adalah awal dalam proses sosialisasi sebelum individu memahami nilai-nilai
     Dasar yang akan dijalaninya ketika hidup bermasyarakat.
9.  Definisi kebudayaan menurut “Koentjaraningrat”:
     Kepribadian adalah susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau
     tindakan dari tiap-tiap individu
10.Unsur-unsur kepribadian :
     1. Pengetahuan
     2. Perasaan
     3. Dorongan Naluri


LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
SOSIOLOGI
Untuk SMA Kelas X Semester 2
Berdasarkan KTSP


BAB VI. PENGENDALIAN SOSIAL

A.    Pengertian
Pengendalian sosial adalah suatu proses yang direncanakan maupun tidak direncanakan yang bertujuan untuk mengajak, membimbing, bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Jadi pengendalian sosial merupakan usaha untuk mencegah dan mengatasi terjadinya perilaku yang menyimpang dari nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

B.     Cara-cara dan Sifat-sifat Pengendalian Sosial
1.   Cara Pengendalian Sosial
Pelaksanaan pengendalian sosial dapat dilakukan oleh individu terhadap individu, individu terhadap kelompok, kelompok terhadap individu, kelompok terhadap kelompok. Pelaksanaan pengendalian sosial dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:
a.       Persuasif, yaitu pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara mengajak, membujuk, membimbing, individu atau kelompok untuk mematuhi norma-norma yang berlaku di masyarakat.
b.      Koersif, yaitu pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara memaksa atau bahkan dengan kekerasan.
c.       Kompulsi, yaitu pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara suatu situasi sedemikian rupa sehingga seseorang terpaksa taat atau merubah perilakunya yang negatif.
d.      Pervasi, yaitu pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara menyampaikan nilai-nilai dan norma-norma sosial secara berulang-ulang dengan harapan nilai-nilai dan norma-norma tersebut dapat merasuk dan melekat dalam jiwa seseorang sehingga orang tersebut akan berubah dan terbentuk sikap dan perilakunya.
2.      Sifat-sifat Pengendalian Sosial
a.       Preventif, yaitu usaha yang dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran, tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya pelanggaran.
b.      Represif, yaitu usaha yang dilakukan sesudah terjadi pelanggaran dengan tujuan untuk memulihkan keadaan kepada situasi semula sebelum terjadi pelanggaran.

C.  Jenis-jenis Pengendalian Sosial
1.   Gosip (desas-desus), yaitu berita yang menyebar secara cepat dan tidak berlandaskan fakta atau kenyataan. Jadi isi gosip itu belum tentu benar. Adanya gosip dapat membuat orang sadar akan perbuatannya yang menyimpang dan lebih berhati-hati dalam bertingkah laku. Gosip atau desas-desus ini terjadi pada saat kritik sosial secara terbuka tidak dapat dilontarkan.
2.   Cemoohan atau ejekan, masyarakat biasanya melakukan cemoohan atau ejekan terhadap orang-orang yang berperilaku menyimpang. Dengan cemoohan atau ejekan tersbut diharapkan dapat membuat orang yang melakukan penyimpangan tersebut menyadari kesalahannya dan kembali mematuhi nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku, dan menjadi berhati-hati untuk tidak melakukannya lagi.
3.   Teguran, teguran dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara lisan dan cara tertulis. Teguran dapat dilakukan secara vertikal maupun horisontal. Dengan teguran ini diharapkan orang yang melakukan penyimpangan dapat segera menyadari kesalahannya dan segera memperbaiki dirinya.
4.   Hukuman, merupakan alat pengendalian sosial yang paling ampuh, karena disertai dengan sanksi-sanksi yang tegas. Adanya aturan hukum yang jelas dengan sanksi-sanksi yang tegas akan mampu membuat warga masyarakat mematuhi nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat, dan membuat jera bagi mereka yang pernah melanggar hukum, sehingga tidak mengulangi lagi perbuatan yang menyimpang.
5.   Pendidikan, merupakan alat pengendalian sosial yang sudah melembaga dalam masyarakat. Melalui pendidikan warga masyarakat dibimbing untuk mematuhi nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat sehingga mereka tidak melakukan perilaku menyimpang.
6.   Agama, ajaran agama memberikan pedoman kepada pemeluknya tentang perbuatan-perbuatan yang boleh dikerjakan dan yang tidak boleh dikerjakan. Seseorang yang bergama apabila melakukan penyimpangan akan selalu merasa berdosa dan bersalah, yang sulit untuk dilupakan, karena pelanggaran terhadap ajaran agama juga ada sanksinya. Meskipun sanksinya mungkin tidak diterima di dunia, orang akan takut melanggarnya, dan orang yang melanggara dapat kembali bertaubat atau patuh kembali kepada ajaran agamanya.
7.   Ostrasisme, yaitu suatu situasi dimana seseorang diperbolehkan bekerjasama atau membiarkannya hidup dan bekerja dalam kelompok itu, tetapi tidak seorangpun yang mau berbicara dengannya, bahkan ditegurpun tidak. Orang yang menerima perlakuan seperti ini adalah orang-orang yang berperilaku menyimpang dari nilai-nilai dan norma-norma kelompok atau masyarakatnya.
8.   Fraudulens, merupakan bentuk pengendalian sosial dengan jalan mengadukan atau meminta bantuan kepada orang lain dalam mengatasi perilaku yang menyimpang. Hal ini pada umumnya berlaku pada anak kecil. Orang dewasa kadang-kadang juga melakukan perbuatan seperti ini. Jika ia tidak berani menghadapi lawan, ia minta bantuan kepada backingnya.
9.   Intimidasi, merupakan pengendalian sosial yang dilakukan dengan paksaan, yaitu dengan cara menekan, memaksa, mengancam, atau menakut-nakuti. Tujuannya adalah agar orang yang melakukan penyimpangan atau pelanggaran menjadi takut sehingga ia mengakui pelanggarannya.
10. Kekerasan fisik, yaitu pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara penganiayaan fisik, misalnya memukul, menendang, dsb.

D.  Bentuk-bentuk Pengendalian Sosial

Ada beberapa bentuk pengendalian yang dilakukan dalam masyarakat tradisional maupun mayarakat modern, yaitu:
1.   Menanamkan atau mempertahankan keyakinan para anggota kelompok masyarakat akan adanya peraturan-peraturan atau norma-norma yang masih berlaku.
 2.  Menunjukkan sikap bangga atau memberikan penghargaan-penghargaan tertentu bagi anggota-anggota kelompok masyarakat yang dianggap patuh pada norma-norma yang berlaku.
3.   Mempertebal rasa percaya diri, keberanian membela kebenaran, dan rasa tanggung jawab terhadap apa yang diperbuat.
4.   Menciptakan lembaga-lembaga tertentu yang berhubungan dengan pemeliharaan tata tertib, kesopanan, dan atau memberikan sanksi-sanksi yang tegas terhadap para anggota yang melakukan penyimpangan.
5.   Memberikan contoh-contoh konkrit tentang cara-cara bersikap dan bergaul dalam kehidupan masyarakat.

E.  Peran Lembaga-lembaga Sosial Dalam Mengendalikan Perilaku Menyimpang

1.      Kepolisian, mempunyai tugas utama mengayomi masyarakat dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
2.      Pengadilan, mempunyai tugas dan wewenang untuk menyelidiki, mengusut, dan menjatuhkan hukuman kepada warga masyarakat yang melakukan perilaku menyimpang atau melanggar hukum.
3.      Adat/Pengadilan Adat, mempunyai tugas mengawasi atau mengendalikan perilaku warga masyarakat, dan mengadili warga masyarakat yang melakukan perilaku menyimpang.
4.      Tokoh masyarakat, yaitu pemimpin dalam masyarakat baik yang bersifat formal (seperti Kepala Desa, Camat, Bupati, dsb), maupun yang bersifat in formal (seperti ulama, tokoh adat, dsb.). Mereka melakukan pengendalian sosial terhadap warga masyarakat dengan cara mendidik, menasehati, menegur, memberikan pengarahan, dsb. Agar mematuhi nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
5.      Sekolah, memiliki peranan melakukan pengendalian sosial khususnya terhadap murid-muridnya, dengan cara mendidik, membimbing, dan menasehati agrar mematuhi nilai-nilai dan norma-norma yang belaku, dan memberikan hukuman bagi mereka yang melanggar.
6.      Keluarga, memiliki peranan melakukan pengendalian sosial khususnya terhadap anggota keluarganya, dengan cara mendidik atau mensosialisasikan anak dengan nilai-nilai dan norma-norma yang baik, menasehati, menegur, dll. Terhadap anggota keluarga yang berperilaku menyimpang.
7.      Mahasiswa (Perguruan Tinggi), mempunyai peranan dalam melakukan pengendalian sosial dengan cara memprotes tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, dll yang dianggap menyimpang dari nilai-nilai dan norma-norma sosial, hukum, serta merugikan masyarakat dan negara.

Tugas Individu:
1.      Buatlah kliping yang berkaitan pengendalian sosial, minimal 1 buah artikel.
2.      Berikan penjelasan kamu mengenai hubungan artikel tersebut dengan materi pelajaran tentang pengendalian sosial.

Tugas Kelompok:
1.   Bentuklah kelompok belajar dengan anggota masksimal 5 orang.
2.   Artikel yang telah dibuat dalam tugas individu dikumpulkan menjadi satu, kemudian diskusikan penjelasan-penjelasan yang ada pada artikel itu agar menjadi lebih sempurna.
3.   Pilihlah salah satu artikel dan penjelasannya yang dianggap paling bagus dan presentasikan artikel tersebut di depan kelas, dan siswa dari kelompok lain memberikan tanggapan berkaitan dengan penjelasan-penjelasan pada artikel tersebut.

Soal Latihan:

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan cara membubuhkan tanda silang pada huruf di depan jawaban.


1.      Proses yang direncanakan maupun tidak direncanakan yang bertujuan untuk mengajak, membimbing, bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat disebut ... .
a.       Pengendalian sosial
b.      Bimbingan sosial
c.       Sosialisasi
d.      Keteraturan sosial
e.       Penerapan nilai dan norma

2.      Peranan polisi sebagai aparat pranata pengendalian sosial adalah... .
a.       Penegak hukum
b.      Panutan masyarakat
c.       Pegawai pemerintah
d.      Pengayom masyarakat
e.       Pelaksana undang-undang

3.      Perhatikan jenis-jenis pengendalian sosial berikut:
1) Gosip atau desas-desus adanya korupsi di perusahaan
2)   Teguran secara langsung terhadap siswa yang terlambat
3)   Pendidikan budi pekerti di sekolah negeri dan swasta
4)   Penghayatan agama yang dipahami secara baik dan benar
Pengendalian sosial yang bersifat preventif adalah ... .
a.       1) dan 2)
b.      1) dan 3)
c.       2) dan 3)
d.      2) dan 4)
e.       3) dan 4)
4.      Seorang siswi digosipkan telah melakukan perbuatan negatif dengan seorang laki-laku, walaupun dia belum tentu melakukannya. Akibatnya dia selalu berhati-hati dalam bergaul terutama dengan teman laki-laki, karena khawatir desas-desus serupa menimpanya kembali. Contoh kasus tersebut menunjukkan cara pengendalian sosial yang bersifat ... .
a.       preventif
b.      represif
c.       koersif
d.      persuasif
e.       partisipatif

5.      Sejak pemberantasan KKN diulas di beberapa surat kabar, kecenderungan aparat pemerintah melakukan KKN berkurang. Dari contoh kasus tersebut dapat disimpulkan ... .
a.       Fungsi media masa memberi sanksi hukum
b.      Fungsi pers sebagai lembaga kontrol sosial
c.       Peran wartawan mengungkap kasus penyimpangan
d.      Peran pemerintah menegakkan wibawa hukum
e.       Fungsi masyarakat menegakkan keadilan

6.      Seorang siswa SMA kelas XII.IPS melaporkan ke polisi tentang kegiatan tetangganya yang menyimpang dan mengedarkan  obat-obat terlarang.
Dari kasus tersebut peran polisi dalam pengendalian sosial adalah ... .
a.       Menangkap dan memberikan sanksi kurungan
b.      Menjaga keamanan dan menyidik perkara pidana
c.       Menjaga ketertiban dan menjatuhkan sanksi
d.      Menangkap dan menasehati pelaku tindak kejahatan
e.       Mengusut, mengambil barang bukti dan memberi hukuman

7.      Budi mengadu kepada gurunya karena diancam akan disakiti oleh teman-temannya. Kemudian teman-temannya yang mengancam tadi dipanggil oleh gurunya dan dinasehati agar tidak menyakiti Budi. Dari contoh kasus tersebut, jenis pengendalian sosial yang digunakan adalah ... .
a.       Ostrasisme
b.      Fraudulens
c.       Hukum
d.      Intimidasi
e.       Kekerasan fisik

8.      Jenis pengendalian sosial yang cukup efektif karena menyangkut keyakinan seseorang tentang sesuatu yang dianggap benar adalah ... .
a.       gosip
b.      agama
c.       teguran
d.      hukuman
e.       pendidikan

9.      Fungsi pengadilan dalam pengendalian sosial secara formal adalah ... .
a.       Memberi sanksi yang tegas bagi yang bersalah
b.      Sebagai juri dalam penyelesaian perkara
c.       Menetapkan ketentuan hukum bagi terdakwa
d.      Menyidangkan setiap perkara yang masuk
e.       Menetapkan peraturan yang berlaku

10.  Jika masyarakat mengejek atau menghina seseorang yang berperilaku menyimpang. Dalam hal ini jenis  pengendalian sosial yang digunakan adalah ... .
a.       gosip
b.      fraudulens
c.       intimidasi
d.      cemoohan
e.       ostrasisme

11.  Di bawah ini pranata sosial yang dianggap paling efektif dalam pengendalian sosial adalah ... .
a.       polisi
b.      tentara
c.       hukum
d.      kode etik
e.       adat istiadat

12.  Agen kontrol sosial yang biasanya menggunakan demonstrasi sebagai alat pengendalian sosial terhadap para pemimpin maupun pejabat pemerintah adalah ... .
a.       polisi
b.      sekolah
c.       mahasiswa
d.      pengadilan
e.       pengadilan adat

13.  Sekolah dapat menjadi media pengendalian sosial dengan cara ... .
a.       Memberi kebebasan pada siswa
b.      Mendidik, membimbing, dan menasehati para siswa
c.       Mencerdaskan daya pikir siswa
d.      Mengawasi perilaku siswa di dalam dan di luar sekolah
e.       Memenjarakan siswa yang melanggar hukum

14.  Seorang pencuri dipukuli oleh warga masyarakat, dengan harapan agar ia menjadi jera dan tidak mencuri lagi. Jenis pengendalian sosial pada kasus tersebut adalah ... .
a.       Pendidikan
b.      Kekerasan fisik
c.       Intimidasi
d.      Hukuman
e.       Teguran
15.  Pada saat ulangan siswa tidak ada yang menyontek karena di awasi secara ketat oleh gurunya. Cara pengendalian sosial seperti itu dinamakan ... .
a.       Persuasif
b.      Koersif
c.       Kompulsi
d.      Pervasi
e.       Intimidasi

16.  Setelah setiap minggu diadakan kegiatan keagamaan (majelis ta’lim) yang menyampaikan nilai-nilai dan norma-norma agama secara berulang-ulang maka siswa yang tadinya berperilaku menyimpang berubah menjadi siswa yang baik. Cara pengendalian sosial tersebut dinamakan ...
a.       Persuasif
b.      Koersif
c.       Kompulsi
d.      Pervasi
e.       Agama

17.  Siswa yang berperilaku menyimpang dipanggil oleh guru BP dan diberi nasehat-nasehat dan bimbingan sehingga akhirnya tidak lagi melakukan perilaku yang menyimpang. Dalam kasus tersebut pengendalian sosial dilakukan guru BP menggunakan cara ... .
a.       Persuasif
b.      Koersif
c.       Kompulsi
d.      Pervasi
e.       Bimbingan

18.  Perumahan liar di daerah kumuh yang menempati lahan milik pemerintah digusur secara paksa oleh pemerintah karena penghuninya tidak mau pindah ke daerah lain. Cara pengendalian sosial seperti itu dinamakan ... .
a.       Persuasif
b.      Koersif
c.       Kompulsi
d.      Pervasi
e.       Intimidasi

19.  Anak yang berperilaku menyimpang dikucilkan dan tidak diajak bicara bahkan tidak ditegur oleh teman-temannya. Jenis pengendalian sosial dalam kasus tersebut adalah ... .
a.       Ostrasisme
b.      Fraudulens
c.       Cemoohan
d.      Intimidasi
e.       Hukuman

20.  Di bawah ini yang tidak termasuk bentuk pengendalian sosial adalah ... .
a.   Menanamkan/mempertahankan keyakinan para anggota kelompok masyarakat akan adanya peraturan-peraturan atau norma-norma yang masih berlaku.
 b.  Menunjukkan sikap bangga atau memberikan penghargaan-penghargaan tertentu bagi anggota-anggota kelompok masyarakat yang dianggap patuh pada norma-norma yang berlaku.
c.   Mempertebal rasa percaya diri, keberanian membela kebenaran, dan rasa tanggung jawab terhadap apa yang diperbuat.
d.   Menciptakan lembaga-lembaga tertentu yang berhubungan dengan pemeliharaan tata tertib, kesopanan, dan atau memberikan sanksi-sanksi yang tegas terhadap para anggota yang melakukan penyimpangan.
e.   Memberikan contoh-contoh konkrit tentang perilaku yang menyimpang dalam kehidupan masyarakat.


















Kunci Jawaban

No
Jawaban
No
Jawaban
1.       
a
11.
c
2.       
d
12.
c
3.       
e
13.
b
4.       
b
14.
b
5.       
b
15.
c
6.       
a
16.
d
7.       
b
17.
a
8.       
b
18.
b
9.       
a
19.
a
10.   
d
20.
e








0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates